Bekasi Online

Polsek Setu Mediasi Konsumen dengan Developer Perumahan Grand Gading Setu

Puluhan orang tuntut pengembalian uang muka Perumahan Grand Gading Setu dengan mendatangi Kantor PT Agung Buana Mandiri di Kampung Rawa Atug, Minggu 15 Januari 2017.[HSB]
Puluhan orang tuntut pengembalian uang muka Perumahan Grand Gading Setu dengan mendatangi Kantor PT Agung Buana Mandiri di Kampung Rawa Atug, Minggu 15 Januari 2017.[HSB]
POSBEKASI.COM – Jajaran Polsek Setu mengamankan Kantor PT Agung Buana Mandiri yang merangkap kediaman Sadih Saiman, di Kampung Rawa Atug, RT03/06, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu 15 Januari 2017.

Pasalnya, kediaman Sadih tersebut didatangi puluhan orang menuntut ganti rugi dan pengembalian uang yang dikeluarkan untuk pembayaran uang muka (DP) Perumahan Grand Gading Setu yang tidak kunjung dibangun.

Kontraktor PT Agung Buana Mandiri yang didatangi puluhan konsuen telah membayar 10 persen sebagai booking untuk pembelian rumah yang sampai saat ini belum juga dibangun dan tidak ada tanda-tanda pembangunan fisik perumahan tersebut hingga mereka menuntut pengembalian uang.

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, yang memerintahkan Kapolsubsektor Cibening Aiptu Endi Supandi dan Bripka Jaka Setiawan dengan kekutan anggota 8 personil mengamankan lokasi guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan akibat tuntutan 50 konsumen merengsek ke rumah Sadih.

Anggota Polsek Setu mediasi pertemuan konsumen dengan pihak developer Perumahan Grand Gading Setu dan mencapai kesepakatan kedua pihak.[HSB]
Anggota Polsek Setu mediasi pertemuan konsumen dengan pihak developer Perumahan Grand Gading Setu dan mencapai kesepakatan kedua pihak.[HSB]
“Mereka menuntut pengembalian uang muka karena sampai sat ini belum ada realisasi pembangunan fisik. Mereka kecewa pada pihak developer, karena selalu menjanjikan dan mengulur waktu sehingga mereka datang untuk meminta uang muka yang sudah dibayarkan itu dikembalikan,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat, di Setu, Minggu 15 Januari 2017.

Polisi tampak bersiaga dan mengawal tuntutan masyarakat agar tidak terjadi keributan itu melakukan mediasi dengan mempertemukan konsumen dengan developer.

“Kita mediasi musyawarah antar konsumen dengan pihak developer agar tidak terjadi keributan. Pihak developer yang diwakili Wulan (Direktur), Dahlan (Direksi) dan Solihin (Direksi) bermusyawarah dengan perwakilan konsumen yakni Fajar Kurniawan, Hafit dan Endang Febriyanto,” katanya.

Akhirnya kesepakatan tercapai kedua pihak diharapkan dapat mematuhinya. “Konsumen sepakat dengan janji developer dalam tenggat waktu 45 hari kerja akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan sebagai uang muka. Atas kesepakatan itu, konsumen membubarkan diri dengan tertib. Situasi terkendali tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya kesepakatan dan Kamtibmas kondusif,” kata AKP Agus.[HSB]

BEKASI TOP