Bekasi Online

Polisi Bekuk Intelijen Gadungan Kejari Cikarang

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Seorang komplotan penipuan dan pemerasan “intelijen gadungan” SN yang merupakan Kepala Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, ditangkap dan dua pelaku lainnya tengah diburu polisi.

“Pelaku pemerasan kepala desa, berinisial NS sudah ditngkap dan dua pelaku lainnya W dan M masih kita buru,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, Jumat 6 Januari 2017.

Menurut Kapolres, peristiwa yang terjadi pada Jumat 23 Desember 2016 lalu, tiga pelaku mengaku dari intelijen Kejaksaan Negeri Cikarang mendatangi Kades Cilangkara terkait kasus rutilahu.

Namun, Kades yang curiga dengan gelagat pelaku itu kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas dan Polsek Serang Baru. Kemudian dilakukan pengecekan ke Kejari Cikarang untuk memastikan kebenaran pelaku sebagai intelijen itu ternyata oleh Kejari Cikarang membantahnya.

Selanjutnya pihak Kejari meminta polisi bersama untuk menangkap dengan menjebak pelaku. Tiga hari kemudian pelaku kembali mendatangi Kades Cilangkara menawarkan buku seharga Rp1.500.000. Oleh Kades menghargai buku tersebut Rp150.000. “Polsek dan Kejaksaan sudah mengintai pelaku dan langsung menangkapnya,” kata Kapolres.

Dalam menjlankan modusnya, pelaku dibantu dua orang rekannya yang masih dalam pemburuan polisi itu berperan sebagai penyedia perlengkapan saat menjalankan aksi penipuan. “Dari keterangan pelaku dia bersama kedua rekannya sudah melakukan hal itu dua bulan,” terang Kapolres.

Saat penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa satu buah tas gendong warna hitam Merk Alien, satu bendel dokumen palsu (surat perintah monitor dari Kejaksaan dan surat tugas), satu potong kaos bertuliskan Kejaksaan, satu buah topi berlogo kejaksaan, satu buah ID Card Kejaksaan.

Selain itu ada juga satu lembar tanda bukti penjualan buku ke dinas terkait, satu unit Sepeda Motor Yamaha Nomor Polisi B 3644 FWK beserta STNK dan kunci kontak, satu unit Handphone merk Nokia, serta Handphone merk Samsung, satu unit camera merk Sony, dua buah buku kumpulan peraturan Menteri Dalam Negeri/Gubernur Tentang Desa dan Kumpulan Peraturan Perundang-undangan RI Tahun 2015 tentang Desa, uang tunai Rp 200.000.

Saat ini pelaku dijebloskan dlam penjara disangkakan pasal 378 dsn 368 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun.[RON]

BEKASI TOP