DPRD Minta Pemkab Bekasi Tegas Terhadap TKA

DRPD Kabupaten Bekasi.[DOK]

DRPD Kabupaten Bekasi.[DOK]

POSBEKASI.COM – DPRD Kabupaten Bekasi meminta Pemkab Bekasi tegas menyikapi masalah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di perusahaan yang kini telah mencapai 2.100 orang.

“Banyaknya tenaga kerja asing memengaruhi angka pengangguran,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno, Jumat 16 Desember 2016 lalu.

Permasalahan ini, kata Nyumarno, dapat mengakibatkan pengurangan tenaga kerja lokal. Padahal, lanjut dia, untuk saat ini ada 4.000 perusahaan yang berdiri di kawasan industri. ”Ini tentu tidak seimbang. Dikarenakan data yang ada tidak dilakukan pengawasan intensif oleh pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Menurut Nyumarno, jika perusahaan penanaman modal asing (PMA) sekitar 60 persen perusahaan dan 40 persen sisanya merupakan perusahaan modal dalam negeri, dari total perusahaan di Kabupaten Bekasi yang berjumlah 4.000 perusahaan lebih maka PMA yang menggunakan TKA seharusnya ada sekitar 2.400. Jika satu perusahaan memiliki dua TKA, kata dia, seharusnya ada sekitar 4.800 TKA.

Oleh karena itu, ujar Nyumarno, dapat diambil kesimpulan, tidak kurang dari 2.400 perusahaan PMA di Kabupaten Bekasi menggunakan tenaga kerja asing.

“Coba bayangkan, jika satu perusahaan menggunakan dua TKA saja, seharusnya ada sekitar 4.800 TKA,” katanya.

Oleh karena itu, kata Nyumarno, data 2.100 TKA itu dirasa tidak logis karena penggelembungan terlalu banyak. Sebab, satu perusahaan saja kemungkinan mengerjakan 12 sampai 30 TKA. Tentu, ia menyinyalir, dalam hal ini ada permainan izin kerja atau kepentingan lainnya. “Perusahaan macam elektronik, Indo Mobil Suzuki Motor atau Epson, itu TKA-nya lebih dari satu orang. Artinya apa? Jumlah TKA di Kabupaten Bekasi bisa lebih banyak dari data yang dimiliki oleh Disnaker,” katanya.[ANT/ROM]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.