Pemko Bekasi Berharap BUMD Wujudkan Smart City Kota Bekasi

Wawali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu membuka pertemuan pimpinan dan pengurus BUMD, Kamis 8 Desember 2016.[ISH]

Wawali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu membuka pertemuan pimpinan dan pengurus BUMD, Kamis 8 Desember 2016.[ISH]

POSBEKASI.COM – Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu, mengatakan dibentuknya BUMD menjadi bagian dari percepatan pembangunan Kota Bekasi.

“BUMD yang ada sekarang ini seperti PDAM Tirta Patriot, PD Mitra Patriot, PD Migas dan PD BPRS diharapkan meningkatkan perannya untuk bersinergi dengan Pemko Bekasi. Terutama guna mendukung visi misi mewujudkan Kota Bekasi yang maju, sejahtera dan ihsan,” kata Ahmad Syaikhu saat membuka pertemuan pimpinan dan pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Bagian Bina Ekonomi Pembangunan dan Ketahanan Pangan (Ekbang-TP) Setda Kota Bekasi, Kamis 8 Desember 2016.

Syaikhu mengingatkan, keempat BUMD saling bekerjasama dan bukan mengedepankan persaingan. Semata membantu tugas pembangunan daerah Kota Bekasi.

“Oleh sebab itu BUMD Kota Bekasi kesemuanya berupaya meningkatkan produktifitas kerja dan memaksimalkan potensi pendapatan daerah. BUMD bagian permodalan bisa membantu BUMD lain guna meningkatakan produktifitas dan jaringan pelayanan,” ungkapnya.

Dikatakannya, BUMD juga perlu mendukung upaya mewujudkan Smart City di Kota Bekasi. Dengan jalan program jaringan fiberoptik bisa menjadi salah satu potensi pendapatan daerah bila dikembangkan BUMD Kota Bekasi.

“Pihak swasta kedepannya pun bisa menggunakan fiber optik milik Pemkot Bekasi.  Pengembangan jaringan fober optik akan mendukung program Bekasi Smart City,” tambahnya.

Syaikhu juga mengingatkan agar BUMD juga bisa terkoneksi dengan Bekasi Smart City sehingga produktifitas bisa dipantau real time di Patriot Operating Center.

Menurutnya hingga saat ini, belum semua laporan kinerja BUMD diketahui secara update. Hanya diakhir tahun anggaran laporan itu disampaikan.

Bila BUMD terkoneksi Bekasi Smart City ia meyakini BUMD bisa merespon cepat segala bentuk keluhan dan masukan warga bahkan bisa menjadi peluang bisnis bila hal tersebut belum tertangani. Bekasi Smart City memiliki dua aplikasi aduan seperti SOROT dan POT dan Sistem Kinerja SKPD Online (siKepO)

“Ada keluhan lewat pengaduan tidak tersedianya jaringan air di satu wilayah kota kita akhirnya mengetahui bahwa wilayah tersebut belum mendapatkan pelayanan. Ini kemudian menjadi tugas kita dengan program pengembangan jaringan pelayanan,” ujarnya.[ISH]

Pin It