Bekasi Online

465.226 Jiwa Belum Terdafdar Pemilih Pilkada Kabupaten Bekasi

KPU Kabupaten Bekasi.[DOK]
KPU Kabupaten Bekasi.[DOK]
POSBEKASI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, segera menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada 6 Desember 2016, tetapi masyarakat yang belum melakukan perekaman tercatat 465.226 jiwa.

“Sedangkan jumlah masyarakat yang sudah ditetapkan menggunakan hak pilihnya 2.131.021 jiwa dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.998,” kata Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Kholik di Kabupaten Bekasi, Selasa 29 Nopember 2016.

Dengan perincian pemilik e-KTP laki-laki 1.067.852 dan pemilih perempuan 1.063.230 jiwa. Sedangkan yang tidak memiliki e-KTP dengan rincian laki-laki 238.905 dan perempuan 226.321 jiwa.

Guna memaksimalkan jumlah pemilik suara ditingkat kecamatan, kelurahan, dan desa maka petugas bentukan diharapkan terus melakukan sosialisasi.

“Ini dilakukan agar masyarakat tidak kehilangan hak suaranya dan pada 15 Februari 2017 dapat menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Dalam menyikapi masalah Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) ini masyarakat hanya perlu melakukan perekaman dan mendapatkan surat keterangan agar dapat digunakan untuk mendapatkan hak suaranya.

Bila itu sulit dilakukan masyarakat dapat mendatangi kecamatan setempat, dan melakukan perekaman.

“Namun warga sekitar juga dapat melakukan disela-sela kesibukan maupun tugas kerjanya dengan mendatangi pelayanan mobil keliling Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi yang ada disetiap kecamatan maupun jalan kawasan industri,” kata Idham Jadi dalam permasalahan perekaman ini sebenarnya sudah terjawab dikarenakan konsistensi dari dinas terkait guna memaksimalkan pelayanannya.

Ia menambahkan hasil sementara data sandingan antara data pemilih non-KTP elektronik dalam AC.3 KWK sebanyak 465.226 orang pemilih dengan data base Disdukcapil Kabupaten Bekasi dan sudah bisa dikeluarkan Surat Keterangan (SUKET) sebanyak 240.883 orang pemilih.

Tentu ini akan berpengaruh langsung pada surat suara, sedangkan yang disediakan untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) hanya sebesar 2,5 persen dari DPT yang ditetapkan.

“Bila pasca penetapan DPT banyak masyarakat yang melakukan perekaman dan melebihi kuota surat suara sebanyak 2,5 persen dari DPT, maka jumlah surat suara dikhawatirkan tidak mencukupi,” katanya.[ANT/BEN]

BEKASI TOP