Kejari Cari Bukti Suap Wakil Bupati

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari.[IST]

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari.[IST]

POSBEKASI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejri) Kabupaten Karawang, masih mencari berkas terkait dengan perkara penyuapan proyek aspirasi anggota legislatif yang diduga melibatkan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri setempat Titin Herawati Utara, di Karawang, Senin 15 Agustus 2016, mengatakan, pihaknya masih mencari berkas perkara tersebut, karena cukup banyak berkas perkara di ruangannya.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung mencari berkas-berkas yang berkaitan dengan perkara penyuapan proyek aspirasi anggota legislatif yang diduga melibatkan wakil bupati,” katanya.

Menurut dia, pihaknya siap menindaklanjuti kasus tersebut jika mendapatkan disposisi dari Kepala Kejari Karawang untuk menangani perkara yang telah dilaporkan mantan anggota DPRD Karawang Jejen Apandi itu.

“Penanganannya bisa saja kami tangani langsung, atau nanti ditangani terlebih dahulu di Seksi Intel, itu tergantung dengan disposisi yang dikeluarkan Kepala Kejari,” katanya.

Ia menyatakan, kasus penyuapan tersebut merupakan kasus lama, dan telah ditangani Kejari Karawang pada tahun 2008-2009 hingga ke meja hijau. Karena itu, pihaknya akan mempelajari kasus tersebut terlebih dahulu.

Seorang mantan anggota DPRD Karawang Jejen Apandi telah melaporkan kasus itu ke Kejari Karawang. Dalam laporannya, Jejen menyerahkan putusan asli Pengadilan Negeri Karawang dalam perkara Nomor 239/Pid.B/2009/PN.Krw tertanggal 18 Agustus 2009.

Dalam putusan itu, mantan anggota DPRD Karawang dari fraksi PDIP ini dipersalahkan melanggar pasal 11 Undang Undang Nomor 31/1999 jo Undang Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Anggota DPRD Karawang periode 2004-2009 tersebut harus menjalani hukuman satu tahun penjara dan denda Rp50 juta dalam kasus itu.

Dalam putusan pengadilan disebutkan Jejen dinyatakan bersalah karena telah menerima suap. Tetapi pelaku penyuapan yang dalam hal ini dilakukan Ahmad Zamakhsyari hingga kini tidak dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Saat itu kapasitas Zamakhsyari sebagai pemborong atau kontraktor.

Terkait dengan kasus tersebut, Jejen mengaku telah merasakan perlakuan yang tidak adil dalam penegakkan hukum. Sebab hanya penerima suap saja yang dihukum, sedangkan pemberi suap tidak diproses.

Atas hal itu ia meminta Kejari Karawang segera menindaklanjuti laporannya, dengan memproses secara hukum pelaku penyuapan dalam kasus aspirasi anggota DPRD Karawang tersebut.

Titin mengaku telah menerima laporan kasus penyuapan yang diduga melibatkan wabup pada Senin (8/8), dan pada Senin ini pelapor-nya melengkapi bukti laporan berupa putusan asli Pengadilan Negeri Karawang dalam perkara Nomor 239/Pid.B/2009/PN.Krw.

“Laporan kasus itu akan ditindaklanjuti, dan kami menunggu disposisi Kepala Kejari Karawang, apakah akan ditangani terlebih dahulu di seksi Intel atau langsung ditangani seksi Pidsus,” katanya.[ANT/WAY]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.