Bekasi Online

Ada Apa Pemko Bekasi Tolak Subsidi Daging Pemprov Jabar

Pedagang daging.[DOK]
Pedagang daging.[DOK]
POSBEKASI.COM – Pemkot Bekasi menolak bantuan subsidi daging dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akibat ketiadaan lemari pendingin penyimpanan daging.

“Subsidi daging dari Pemrov Jabar dimaksudkan agar daging tersebut bisa dijual murah kepada masyarakat selama Ramadhan 1437 H/2016 melalui kegiatan pasar murah,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Pedagangan dan Koperasi Kota Bekasi Herbert Panjaitan di Bekasi, kemaren.

Subsidi tersebut kata Panjaiatan, akan dikucurkan dalam bentuk dana bantuan untuk pembelian daging oleh Pemkot Bekasi.

“Ada subsidi yang akan diberikan oleh Pemprov Jabar, tapi kendalanya karena kita tidak punya ‘freezer’ yang besar. Bantuan hanya dalam bentuk pengadaan daging sapi saja,” katanya.

Menurutnya, subsidi daging yang dijanjikan Pemprov Jabar total seberat satu ton yang berasal dari Bulog. Daging tersebut rencananya akan dijual kepada masyarakat dengan harga setengah dari pasaran saat ini.

“Kalau misalnya harga per kilogram Rp100 ribu, kita akan menjualnya hampir setengah dari harga di pasaran. Subsidi yang mencapai 50 persen ini bisa dibeli menggunakan kupon,” ujarnya.

Rencana itu lanjutnya, terpaksa dibatalkan akibat keterbatasan fasilitas pendingin daging. “Aturannya, seluruh daging subsidi itu harus terjual habis, tidak boleh tersisa. Masalahnya, kalau tidak pendingin, daging itu bisa busuk dan susah terjual,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemkot Bekasi hingga kini belum memiliki fasilitas ruang pendingin daging sehingga terlalu berisiko bila tawaran itu direalisasikan di Kota Bekasi. “Saya terpaksa menolak subsidi tersebut, karena sesuai dengan peraturan seluruh daging harus habis terjual,” katanya.[IMS/IDH]

BEKASI TOP