Posbekasi.com

Bank Indonesia Sebut Struktur Utang Luar Negeri Tetap Sehat

Gedung Bank Indonesia. Posbekasi.com /Dokumentasi

JAKARTA, POSBEKASI.com – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$ 444,4 miliar, yang menunjukkan pertumbuhan 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 439,8 miliar.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Pemerintah sendiri mencatatkan posisi ULN sebesar US$ 217,3 miliar atau tumbuh 3,7 persen secara tahunan, yang terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal,” ujar Denny.

Di sisi lain, ULN swasta melanjutkan kontraksi dengan posisi pada Mei 2026 sebesar US$ 195,9 miliar atau terkontraksi 0,1 persen secara tahunan, yang didorong terutama oleh kelompok peminjam lembaga keuangan.

“Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,9 persen pada Mei 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 83,9 persen dari total ULN,” tutur Denny menambahkan mengenai struktur ULN Indonesia yang dipastikan tetap sehat. [met]

BEKASI TOP