Posbekasi.com

Horor Tawuran Mustikajaya Bekasi: Dua Pemuda Terjebak di Selokan Tewas Dibacok, 4 Pembantai Ditangkap

Ilustrasi – Horor Tawuran Mustikajaya Bekasi.

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Kasus penemuan dua mayat pemuda di dalam selokan depan toko plastik terbesar di Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi, akhirnya terungkap. Polisi memastikan kedua pemuda tersebut merupakan korban tawuran antarkelompok remaja yang berujung pembacokan brutal, bukan karena aksi begal atau kejahatan jalanan.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026 ini sempat memicu keresahan dan spekulasi horor di kalangan warga sekitar akibat kesimpangsiuran informasi mengenai penyebab kematian korban berinisial D (17) dan K (19).

“Kejadian itu bukan korban aksi begal, kejahatan jalanan atau curas. Tetapi itu merupakan dampak aksi tawuran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat memberikan keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan sementara di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2026).

Menindaklanjuti tragedi mencekam tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan pengejaran. Polisi berhasil menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pembacokan brutal terhadap kedua korban hingga tewas di lokasi kejadian.

“Yang bersangkutan dilakukan pembacokan, tetapi sudah diamankan empat orang oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

Keempat terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif dan kronologi lengkap dari bentrokan maut tersebut.

Berdasarkan penuturan saksi di lapangan, insiden mengerikan itu bermula saat kedua korban bersama seorang rekannya yang selamat berinisial MIA (18) berboncengan menggunakan sepeda motor. Secara tiba-tiba, mereka dikejar oleh sekelompok orang bersenjata tajam yang mengendarai sekitar enam unit sepeda motor hingga korban kehilangan kendali.

“Ya itu, tawuran. Korban yang selamat juga bilangnya tawuran,” kata Rian, seorang petugas keamanan setempat yang melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut memperlihatkan para pemuda yang saling membawa senjata tajam sebelum aksi kejar-kejaran terjadi.

Mimpi buruk mencapai puncaknya ketika sepeda motor yang dikendarai oleh para korban terperosok ke dalam selokan di pinggir jalan. Dalam kondisi yang sudah terjebak dan tidak berdaya di dalam got, para pelaku langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam tanpa ampun, lalu membawa kabur sepeda motor milik korban.

“Setelah jatuh kemudian ada penyerangan. Jadi ketika jatuh barulah yang bawa sajam itu menusuk,” ungkap Rian, menceritakan situasi mencekam saat kelompok lawan mengeksekusi korban di dalam selokan.

Guna memastikan penyebab mutlak kematian dan mengumpulkan bukti hukum yang kuat, jasad D dan K langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi.

Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota terus mendalami indikasi penganiayaan berat dalam kasus ini dan memburu keterlibatan pelaku lainnya.

“Masih kami selidiki ya. Ini tidak ada yang melihat terjadinya aksi tawuran di situ, tapi gejalanya ya ke penganiayaan,” tegas Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. [gha/ish]

BEKASI TOP