Posbekasi.com

Ditakuti Begal, ‘Komamdan Cobra’ Arsal Sahban Tembus 3 Besar Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

‘Komandan Cobra’ Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H. Posbekasi.com / Dokumentasi

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com — Tujuh tahun telah berlalu sejak Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H. menanggalkan jabatannya sebagai Kapolres Lumajang. Namun, dedikasi dan ketegasannya ternyata melekat abadi di hati masyarakat. Alih-alih diusulkan oleh institusinya, warga Lumajang secara sukarela mencalonkan mantan Kapolres mereka tersebut dalam ajang Hoegeng Awards 2026. Kini, Dewan Pakar resmi menetapkan sang “Komandan Cobra” sebagai salah satu dari tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas.

Kategori Polisi Berintegritas diakui oleh Dewan Pakar sebagai kategori yang paling rumit dengan proses verifikasi berlapis dan standar paling tinggi. Meneladani sosok legendaris Jenderal Hoegeng Iman Santoso, para juri yang terdiri dari tokoh-tokoh berkompeten seperti Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, melakukan pemeriksaan rekam jejak secara menyeluruh.

Penilaian ketat ini mencakup kewajaran laporan kekayaan LHKPN, ketiadaan konflik kepentingan, gaya hidup, hingga konfirmasi silang ke berbagai sumber independen guna memastikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kombes Arsal Sahban bersanding dalam tiga besar kategori ini bersama Kombes Norul Hidayat (Kepala SPN Polda Bangka Belitung) dan Kombes Yimmy Kurniawan (Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri).

Kepercayaan besar masyarakat ini tidak lepas dari rekam jejak emas Arsal saat memimpin Polres Lumajang pada periode 2018–2019. Kala itu, Lumajang membeku dalam ketakutan dan dikenal luas sebagai “kota begal” akibat tingginya angka kriminalitas.

Bergerak cepat, Arsal membentuk unit taktis legendaris bernama Tim Cobra untuk memberantas begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal.

Ketegasannya terbukti secara instan melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kriminalitas Lumajang menyentuh titik terendah pada tahun 2019 dengan hanya 312 kasus dan tingkat penyelesaian mencapai 88,46%. Keberhasilan ini berbanding terbalik dengan kondisi sebelum dan sesudah kepemimpinannya, di mana angka kejahatan kembali melonjak tajam hingga mencapai 1.378 kasus pada tahun 2022 setelah ia berpindah tugas.

Di samping ketegasan di lapangan, integritas Arsal dinilai tidak tergoyahkan dan tidak dapat dibeli oleh materi. Mantan Katim Cobra yang kini menjadi pengacara, Hasran, bersaksi bahwa Arsal kerap menolak berbagai upaya suap yang ingin melancarkan kasus hukum, termasuk salah satu momen di mana Arsal secara tegas menolak tawaran uang suap hingga dua koper.

Selain moncer di jalur struktural, perwira yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri ini juga bersinar di dunia akademik sebagai dosen tetap berpangkat Lektor di STIK-PTIK.

Pada Desember 2025, ia menuntaskan pendidikan kepemimpinan tertinggi Polri di Sespimti Dikreg 34 Gelombang 2 dengan meraih predikat lulusan terbaik bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (Novelty).

Penghargaan tersebut diraih berkat Naskah Strategis (Nastrap) miliknya yang merumuskan strategi inovatif dalam memitigasi kejahatan keuangan berbasis teknologi blockchain (cyber dependent financial crime).

Kontribusi akademiknya juga meluas hingga ke kancah internasional melalui fasilitasi kerja sama antara STIK-PTIK dengan Northern Illinois University (NIU) Amerika Serikat, serta keterlibatannya sebagai salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Lasharan Jaya di Makassar.

Sisi menarik lainnya yang mencerminkan kesederhanaan perwira menengah ini adalah pengabdiannya di lingkungan tempat tinggal. Selama lebih dari 15 tahun, Komandan Cobra ini dipercaya warga untuk menjabat sebagai Ketua RT 014/RW 02 Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan kembali terpilih secara aklamasi pada Oktober 2024 karena karakternya yang dinilai rajin dan dekat dengan warga.

Kerinduan warga Lumajang kini terus bergema di media sosial, di mana video di akun TikTok miliknya dibanjiri ratusan ribu tayangan dan komentar dari masyarakat yang berharap ia kembali memimpin di sana.

Menanggapi posisinya dalam nominasi bergengsi ini, Kombes Arsal Sahban meresponsnya dengan penuh kerendahan hati dan menyatakan bahwa pencapaian terbesar baginya bukanlah sebuah kemenangan, melainkan fakta bahwa masyarakat Lumajang masih mengingat dan mempercayainya meskipun sudah tujuh tahun berlalu.

 

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan.

BEKASI TOP