
BANDUNG, POSBEKASI.COM — Ratusan ribu Bobotoh dari berbagai daerah tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dalam rangka konvoi “Mapag Persib Juara” Liga Indonesia BRI Super League 2025/26, Ahad (24/5/2026). Di antara lautan biru yang memadati pusat kota sejak pukul 08.00 WIB tersebut, kehadiran militan Bobotoh asal Bekasi, termasuk dari Bekasi, turut menjadi sorotan.
Suporter asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, bersama rombongan dari daerah penyangga lainnya seperti Leuwiliang, Bogor, tampak antusias menghias kendaraan mereka dengan nuansa biru khas Persib. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dan memarkirkan kendaraan di sejumlah kantong parkir yang disediakan, salah satunya di Jalan Dr. Soekarno.
Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh para pendukung fanatik ini. Salah seorang Bobotoh, Mamik Sutardi, mengaku sampai rela menginap dan tidur di dalam mobil bersama keluarganya demi bisa menyaksikan momentum bersejarah ini secara langsung.
“Kami tidur di mobil. Menginap di sini,” ujar Mamik yang memantau pergerakan rombongan konvoi Tim Persib sejak berangkat dari Gedung Sate melalui siaran langsung di platform digital. “Mantau di Instagram, atau YouTube. Ada yang live pergerakan iring-iringan. Begitu dekat, kami merapat,” tambahnya.
Kehadiran massa asal Bekasi dan daerah lainnya ini menjadi bagian dari saksi sejarah hattrick Persib Bandung meraih gelar juara. Hingga pukul 10.00 WIB, rombongan konvoi dilaporkan baru tiba di kawasan Bank Indonesia (Jalan Vanda) dan akan melanjutkan rute melintasi Viaduct, Jalan Lembong, hingga berakhir di Jalan Asia Afrika.
Kawasan bersejarah Asia Afrika diproyeksikan menjadi titik puncak perayaan, tempat para pemain dan official Persib akan mengangkat trofi juara di hadapan lautan suporter, sebelum akhirnya rombongan bergeser menuju Pendopo Kota Bandung setelah melintasi JPO Asia Afrika.
Mengingat padatnya situasi dan adanya beberapa warga yang harus mendapatkan pertolongan medis, para Bobotoh yang hadir di lokasi—termasuk warga Bekasi yang membawa keluarga—diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan. Suporter diminta tidak memaksakan diri masuk ke titik keramaian utama jika kondisi fisik tidak memungkinkan, terutama bagi yang membawa anak-anak atau lansia. Selain itu, kewaspadaan terhadap barang bawaan berharga juga sangat ditekankan.
Bagi masyarakat atau keluarga di rumah yang ingin memantau perkembangan terkini rangkaian acara, dapat mengakses kanal informasi resmi atau layanan Bandung Siaga 112. Sementara itu, pantauan arus lalu lintas secara real-time dapat diakses melalui situs pelindung.bandung.go.id. Jika terjadi situasi gawat darurat di lokasi konvoi, masyarakat diminta segera menghubungi layanan Call Center 112. [amh]

