
BOGOR, POSBEKASI.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan belasan desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda bencana tanah longsor, Ahad (19/4/2026). Kejadian yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi dengan durasi lama ini menyebabkan kerusakan pada belasan rumah warga, akses jalan, hingga fasilitas jembatan.
“Berdasarkan hasil kajicepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, 16 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).
Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Cintamanik (Cigudeg), Cinangka (Ciampea), Pagersari (Jasinga), Sukadamai (Dramaga), Pasir Angin (Megamendung), Cijayanti (Babakan Madang), Ciawi (Ciawi), Cemplang (Cibungbulang), Cimanggis (Bojong Gede), serta wilayah Ciomas. Sebanyak 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari longsor susulan.
“Peristiwa ini juga membuat warga mengungsi, selain itu lima akses jalan dan satu unit jembatan juga terdampak kejadian ini. Sampai saat ini BPBD masih melakukan pembersihan material longsor bersama masyarakat,” ungkap Abdul Muhari.
Selain di Jawa Barat, BNPB juga mencatat bencana hidrometeorologi basah lainnya di Indonesia, seperti angin kencang di Lombok Barat dan banjir di Kota Semarang. Namun, kondisi di Bogor menjadi perhatian serius mengingat banyaknya titik lokasi longsor yang terjadi secara bersamaan akibat faktor cuaca ekstrem di wilayah pegunungan.
“Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Tanah Air berdasarkan pengkinian data kejadian bencana dan upaya penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah setempat,” tambahnya.
Merespons potensi hujan lebat yang diprediksi BMKG masih akan berlangsung hingga dua hari ke depan, warga Jawa Barat, khususnya di wilayah rawan longsor, diminta untuk rutin memantau kondisi lereng atau tebing di sekitar hunian mereka. Jika ditemukan retakan tanah, warga diimbau segera melapor kepada petugas berwenang untuk langkah mitigasi lebih lanjut.
“Bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk rutin memperhatikan kondisi lereng ataupun tebing di sekitar rumahnya. Jika terdapat retakan, harap segera melaporkan kepada petugas,” tutup Abdul Muhari. [amh]

