Posbekasi.com

Kejati Jabar Gelar Jaksa Masuk Sekolah Cegah Tawuran Remaja

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menggelar kegiatan penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) edukasi para siswa untuk berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif tanpa kekerasan di SMKS 1 Sangkuriang Kota Cimahi, Selasa (21/4/2026). Posbekasi.com / Ist

CIMAHI, POSBEKASI.com – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menggelar kegiatan penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMKS 1 Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, guna menekan angka tindak kekerasan dan tawuran di tingkat remaja.

“Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan langkah konkret kami dalam memberikan pemahaman hukum sejak dini kepada para pelajar agar mereka tidak terjerumus dalam tindak pidana,” ujar Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya.

Program JMS kali ini mengusung tema spesifik yakni “Peran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam Mengatasi Tindak Kekerasan dan Tawuran pada Remaja.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran hukum serta memberikan gambaran nyata mengenai konsekuensi hukum dari tindakan anarkis yang sering melibatkan siswa sekolah.

“Kami mengusung tema ini karena maraknya fenomena tawuran yang meresahkan masyarakat. Melalui edukasi, kami ingin siswa sadar bahwa ada konsekuensi pidana yang sangat serius di balik setiap aksi kekerasan,” lanjutnya.

Dalam paparannya, tim Kejati Jabar menjelaskan berbagai upaya pencegahan, mulai dari edukasi preventif hingga pengenalan pasal-pasal pidana.

Selain aspek penegakan hukum, materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya pendekatan pembinaan dan rehabilitasi bagi pelaku yang masih di bawah umur, sembari mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Kejaksaan tidak hanya berperan dalam menindak, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan merehabilitasi generasi muda agar mereka kembali ke jalur yang benar,” jelas Nur Sricahyawijaya.

Program ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para pelajar sebagai calon pemimpin bangsa.

Dengan memahami hukum, diharapkan lingkungan sekolah di Jawa Barat, khususnya di Kota Cimahi, dapat menjadi tempat yang aman, tertib, dan bebas dari aksi premanisme maupun tawuran antarpelajar.

“Harapan kami, para siswa ini tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan menjadi pelopor sadar hukum di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para siswa SMKS 1 Sangkuriang. Berbagai pertanyaan kritis muncul terkait langkah-langkah preventif yang bisa dilakukan siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif serta peran aktif warga sekolah dalam melaporkan indikasi tindak kekerasan.

“Diskusi interaktif ini membuktikan bahwa pelajar kita memiliki kepedulian yang tinggi. Mereka ingin tahu bagaimana cara melindungi diri dan lingkungan mereka dari pengaruh negatif tawuran,” pungkas Nur Sricahyawijaya. [amh]

BEKASI TOP