Bekasi Online

Yosa Octora Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kuningan

Anggota DPRD Jawa Barat, Yosa Octora Santono, menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Aula Lantai 2 RM. Lembah Ciremai Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Senin 13 Desember 2021. [Posbekasi.com /DPRD Jabar]

POSBEKASI.com | KUNINGAN – Sebagai salah satu upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat, Yosa Octora Santono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat gelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika), 13 Desember 2021, di Aula Lantai 2 RM. Lembah Ciremai Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, dengan jumlah terbatas dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar juga dilakukan, dalam  rangka program Citra Bhakti/Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan. Dalam pelaksanaannya kali ini peserta dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kuningan, tiap kecamatan beserta kader, relawan dan simpatisan.

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat mendapatkan respon positif dari masyarakat. lanjut wakil ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar, Yosa mengungkapkan, bahwa kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya terhadap masyarakat terkhusus para kader partai.
Yosa menyampaikan bahwa Pilar adalah Tiang Penguat (Bangunan), Pilar juga sebagai dasar (yang pokok) atau induk serta tiang penyangga.

Pentingnya Pilar-Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Sedangkan dasar hukum Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah UU Nomor 17 Tahun 2014 jo UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 C.Selain itu juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf C.

Sedangkan yang terakhir Inpres No.6 Tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR.Yosa dalam pemaparannya menerangkan pengertian apa itu pilar? Menurutnya, ada tiga poin yakni satu tiang penguat (bangunan), dasar (yang pokok)induk dan tiga adalah tiang Penyangga(Geladak Kapal).

Sedangkan yang ketiga dalam 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesungguhnya masih banyak pilar-pilar kehidupan lainnya seperti bendera, bahasa, lambang negara dan lain lain.
Ia juga menerangkan, Tantangan Kebangsaan Menurut TAP MPR No.VI Tahun 2001 Tentang Etika Kehidupan Berbangsa dibagi dua. Ada internal dan eksternal.

Selain itu juga kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa dan terakhir tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.
Sementara untuk yang eksternal ada dua yakni globalisasi. Menurutnya pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.

“Poin kedua kapitalisme, dimana makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional,” ujar Yosa.

Yosa berharap apa yang disampaikan kepada para kader partai demokrat dapat bermanfaat dan dapat disampaikan minimal dilingkungan masyarakat sekitarnya dalam upaya membuat para masyarakat paham terkait apa itu Empat Pilar Kebangsaan serta implementasinya.[POB]

BEKASI TOP