Posbekasi.com

Bukan Sekadar Baca Buku, SDN di Cibitung Ini Punya Cara Unik Bikin Siswa Jago 4 Bahasa

Pengawas SD Kecamatan Cibitung, Nahrowi, dan Kepala SDN Wanasari 01, Sulistyowati, meresmikan perpustakaan ramah anak memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah, Selasa (14/4/2026). Posbekasi.com / Ist

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – SDN Wanasari 01 Cibitung secara resmi meluncurkan perpustakaan ramah anak pada Selasa (14/4/2026) sebagai langkah konkret memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Transformasi ini menyasar peningkatan kualitas karakter siswa serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik melalui fasilitas yang lebih representatif dan nyaman.

“Dari hasil identifikasi awal, saya melihat guru-guru memiliki kejujuran yang luar biasa. Karakter tersebut menjadi modal utama bagi kami untuk bangkit dan membangun budaya literasi bersama dari nol,” ujar Kepala SDN Wanasari 01, Sulistyowati.

Strategi yang diterapkan sekolah ini tergolong unik, yakni memulai gerakan literasi dari internal guru dengan membiasakan menulis pengalaman pribadi hingga cita-cita. Perlahan namun pasti, kebiasaan ini menular kepada siswa dan tenaga kependidikan lainnya, bahkan mampu memotivasi mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam membaca untuk menghasilkan karya tulis yang dibukukan.

“Kami mulai dari menulis apa yang dirasakan hingga pengalaman. Ada staf yang awalnya membaca masih terbata-bata, tapi setelah didampingi, sekarang sudah berani menulis dan merasa bangga dengan karyanya,” katanya.

Selain literasi konvensional, SDN Wanasari 01 juga mengintegrasikan literasi digital dan kemampuan bahasa asing. Siswa kini dibiasakan menyapa menggunakan berbagai bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, hingga Sunda. Inovasi ini bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi dan berekspresi di depan umum.

“Anak-anak merasa sangat bangga ketika suara mereka didengar. Memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sejak dini,” jelas Sulistyowati.

Apresiasi tinggi datang dari Pengawas SD Kecamatan Cibitung, Nahrowi, yang menyaksikan langsung perubahan fisik perpustakaan tersebut. Menurutnya, kondisi perpustakaan SDN Wanasari 01 kini telah bertransformasi total dari ruangan yang sebelumnya bocor dan tidak tertata menjadi sarana belajar yang modern dan lengkap.

“Dulu bukunya tidak jelas keberadaannya, ruangannya juga belum layak karena sempat bocor. Sekarang sudah tertata, ada meja, sarana lengkap, dan jauh lebih baik. Ini progres yang luar biasa,” ungkap Nahrowi.

Meski fasilitas fisik sudah memadai, tantangan besar kini beralih pada aspek keberlanjutan. Pihak pengawas mengingatkan agar semangat literasi ini tidak padam setelah seremoni peresmian berakhir. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua siswa dianggap menjadi kunci utama agar minat baca anak tetap konsisten dan terus berkembang.

“Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Jangan sampai hanya ramai di awal. Perpustakaan ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi butuh dukungan orang tua agar budaya membaca terus tumbuh,” pungkasnya. [gha]

BEKASI TOP