
POSBEKASI.COM | BOGOR – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka pameran bertajuk “Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda” di Bumi Ageng Batutulis, Kota Bogor, Kamis (5/2/2026). Ekshibisi yang berlangsung hingga 9 Februari ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi dengan Disparbud Kota Bogor guna melestarikan nilai sejarah Kerajaan Sunda melalui koleksi kujang dan keris.
“Pameran dan aktivasi Museum Pajajaran ini bisa menjadi langkah pertama kita untuk membuat satu museum yang lebih komprehensif, seperti dari storyline-nya terkait era yang disebut sebagai prasejarah atau sejarah awal dari Tanah Sunda,” ungkap Menbud Fadli Zon dalam sambutannya.
Pameran ini diproyeksikan menjadi cikal bakal Museum Pajajaran yang lebih modern dan edukatif. Menbud menekankan bahwa lokasi Bumi Ageng Batutulis sangat strategis untuk menjadi kantong budaya (cultural enclave) yang menggambarkan linimasa sejarah Bogor dan wilayah sekitarnya secara utuh.
“Pameran pusaka ini merupakan wadah kolaborasi bersama. Para seniman dan budayawan yang ada di Bogor juga diharapkan ikut menyumbang koleksi pameran di Museum Pajajaran ini, baik itu berupa tosan aji, pusaka, dan kujang,” jelas Menteri Kebudayaan.
Selain sebagai ruang pamer, pengembangan kawasan ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti amfiteater.
Hal ini bertujuan untuk menghidupkan ekosistem seni dan budaya Sunda melalui partisipasi aktif masyarakat serta kerja sama peminjaman koleksi jangka panjang dengan Museum Nasional.
“Di Bumi Ageng Batutulis ini nanti kita juga kembangkan amfiteater dan sarana lain untuk pendidikan anak cucu kita supaya lebih mengenal sejarah Pakuan Pajajaran,” ujar Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, yang turut memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kementerian.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menyatakan pentingnya revitalisasi museum di seluruh Indonesia.
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat mengikuti berbagai agenda menarik seperti lokakarya pembuatan keris, bursa tosan aji, hingga seminar sejarah bersama pakar arkeologi.
“Selain itu, mudah-mudahan museum yang ada di seluruh Indonesia bisa segera kita revitalisasi,” papar Dirjen Restu Gunawan menekankan manfaat keberadaan museum bagi masyarakat luas.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon satu Kementerian Kebudayaan, tokoh adat dari Keraton Sumedang Larang, serta unsur Forkopimda Kota Bogor. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap identitas budaya Nusantara tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Semoga nantinya Museum Pajajaran ini bisa menjadi tempat untuk belajar sejarah dan budaya, terutama untuk adik-adik kita dan generasi muda,” tutup Fadli. [amh]

