
Tema HSN 2019 kali ini, “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.
Pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatalilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Dan penting diterapkan bagi masyarakat yang plural dan terdiri dari berbagai budaya dan agama.
“Hari santri adalah representasi resolusi jihad dan tujuan nasional Indonesia Maju dan Sejahtera dan bagaimana kita meneruskan semangat kemerdekaan Indonesia yang sudah luar biasa sampai sekarang ini. Menjunjung nilai luhur Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. ini menjadi ruhnya santri Indonesia,” kata Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, Sabtu (26/10/2019).
Tri Adhianto berharap Santri di Kota Bekasi juga mendukung perdamaian dunia, bisa menepis isu negatif yang mengakibatkan disharmonisasi diantara sesama umat dan antar umat beragama.
“Ini momentum yang sangat baik menjadi refleksi diri kita untuk evaluasi dan kembali menjunjung keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kita harap Kota Bekasi masyarakatnya selalu damai dan saling menghormati,” pungkasnya.
Hari Santi Nasional ditetapkan Pemerintah jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.[ISH]

