
Tradisi Sedekah Bumi Masyarakat Betawi (Baritan) merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di Pulau Jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Allah SWT dan meminta keberkahan untuk Kota Bekasi.
Tri mengapresiasi acara baritan ini yang merupakan tradisi leluhur masyarkat betawi sejak dahulu.
“Saya apresiasi acara kebudayaan ini, karena ini salah satu warisan budaya leluhur dari masyarakat Betawi dan ini merupakan ungkapan rasa bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa karena telah memberikan hasil bumi yang melimpah serta keberkahan di kemudian hari untuk warga Kota Bekasi,” ucapnya.
Tri memnta masyarakat untuk menjaga dan menumbuhkan tradisi-tradisi warisan leluhur kepada generasi muda.
“Alangkah baiknya jika anak-anak muda diajarkan kesenian-kesenian Betawi yang sekarang sudah mulai tidak diminati generasi muda. Mereka sudah ada gadget jadi tinggal melihat saja di situs web berbagai video. Ini yang membuat orang tua bingung antara harus menuruti kemauan buah hati atau melarangnya. Karena, di samping kecanggihan dari tekhnologi pasti ada kerusakan yang ditimbulkan,” ujarnya.
Disamping itu, Tri berharap generasi muda Kota Bekasi tetap menjaga budayanya, pertama budaya sopan santun terhadap orang yang lebih tua,
“Kedua harus makin banyak anak-anak Kota Bekasi berpendidikan lebih baik, jangan malas. Ketiga, harus bertanggung jawab melestarikan budayanya masing-masing, Tidak usah malu dengan budaya sendiri karena menjaga budaya merupakan perbuatan yang mulia. Sangat jarang anak muda yang mau karena takut ketinggalan jaman, padahal yang ketinggalan jaman itu adalah mereka yang tidak mau menjaga budayanya sendiri,” pungkasnya.[ISH/POB]

