
Tidak hanya Nur Supriyanto, tapi ia juga nekad membawa istri dan putranya. Bersama para sahabat, anak muda, tokoh dan ulama maupun umat Islam dari Kota Bekasi yang bergabung dengan umat yang datang dari berbagai daerah itu turut mengecam agresi militer Amerika Serikat yang mendukung Israel membombardir Palestina hingga banyak anak-anak tak berdosa menjadi korban keinginan Israel memindahkan ibukota Negara dari Tel Aviv ke Yerusalem.
“Masjid Al Aqsha adalah kiblat umat Islam pertama. Karena itu, permasalahan ini bukan saja menjadi permasalahan Bangsa Palestina tetapi juga menjadi urusan seluruh umat muslim di dunia termasuk kita di Indonesia,” kata Nur Supryanto menjelaskan kehadirannya di tengah-tengah umat muslim di Monas.
Pria yang mencintai keutamaan Islam ini, mengajak seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk terus menggelorakan semangat membela Palestina yang juga amanah dari pendiri Bangsa Bung Karno.

Persahabatan Indonesia dan Bangsa Palestina kata Nur Supriyanto yang begitu mengetauhi sejarah perjuangan Palestina terus berlanjut hingga pada tahun 1955 ada Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung.
“Kita bisa membaca sejarah, dari sekian banyak peserta KAA di Bandung tahun 1955, tinggal Palestina saja yang masih terjajah. Kita sebagai bangsa Indonesia harus terus mengupayakan kemerdekaan penuh Bangsa Palestina,” tegasnya.
Nur Supriyanto menyatakan, pembelaan untuk kemerdekaan Palestina wajib didukung dan dibela umat Islam di dunia.
“Ada alasan agama, ada alasan bangsa dan negara. Terakhir adalah alasan kemanusiaan. Lihatlah disana banyak warga Palestina yang terusir dari negerinya, harus mengungsi ke negara lain. Ada anak-anak yang kehilangan orangtuanya, ada yang kehilangan anggota tubuhnya. Lihatlah atas dasar kemanusiaan. Ada yang harus dibantu di Palestina sana kalau bukan kita umat Islam siapa lagi. Siapkan seluruh keuatan yang kita miliki, bebaskan Palestina dari penjajahan Yahudi,” kata Nur Supriyanto yang mengenakan pakaian serba putih dan membawa bendera Palestina serta tidak ketinggalan syal Pelestina melingkar di lehernya.

Di antar tokoh Islam yang hadir, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Shobri Lubis, Ustaz Fery Nur, dan Hj.Neno Warisman.
Gubernur DKI Anies Baswedan juga turut Shalat Jumat bersama ribuan umat yang di Imami oleh Imam Masjid Alazhar H Mukhtar Ibnu. Sedangkan KH Didin Hafiduddhin menjadi khatib ibadah Shalat Jumat, dan azan dikumandangkan oleh Serka H Yusa Ismail.
Usai aksi solidaritas Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, massa mulai meninggalkan Monas sekitar pukul 13:00, dan berangsur-angsur peserta Aksi115 meninggalkan Lapangan Monas dengan tetap menjaga kebersihan di sekitar Monas.[RAD/POB4]

