Posbekasi.com

Tawuran Harus Nol! Kapolda Metro Jaya Warning Keras Kapolres Baru Turun ke Lapangan atau Mitigasi Gagal

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri pada acara pisah sambut Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Senin (5/1/2026). PosBekasi.com /Ismail Hasibuan

PosBekasi.com | Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menegaskan kembali komitmen peningkatan pelayanan publik dan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Jabatan bisa berganti, namun tanggung jawab pengabdian tidak pernah berubah. Nilai-nilai baik yang telah ditanamkan agar terus dibawa dan dikembangkan di tempat tugas selanjutnya,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri pada acara pisah sambut Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Senin (5/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, jajaran PJU, Kapolres, serta pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya. Acara ini menjadi simbol peralihan tanggung jawab sekaligus apresiasi atas dedikasi pejabat lama yang telah menyelesaikan masa tugasnya dengan integritas tinggi.

“Pisah sambut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian pejabat lama sekaligus awal tanggung jawab besar bagi pejabat baru,” tegas Kapolda.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Kapolda menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Jakarta dan wilayah penyangganya. Kepemimpinan yang tegas namun humanis diharapkan mampu menghadirkan pembaruan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Deteksi dini dan mitigasi adalah kunci. Setiap informasi sekecil apa pun harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” tambahnya.

Secara khusus, Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan instruksi tajam kepada para Kapolres baru untuk menekan angka tawuran hingga mencapai titik nol.

Jenderal bintang dua ini, mendorong para pimpinan wilayah untuk tidak ragu turun langsung ke lapangan, terutama pada jam-jam rawan dan lokasi yang sering menjadi titik konflik.

“Kapolres harus hadir di tengah masyarakat, termasuk sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, serta memberdayakan komunitas sebagai bagian dari pencegahan gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

 

Pewarta/ Editor: Zulkarnain / Ismail Hasibuan

BEKASI TOP