
memberikan penghargaan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pemenang hasil penilaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tanpa dihadiri LPM Bojong Menteng di Lapangan Plaza Pemkot Bekasi, Senin (12/8/2024). [PosBekasi.com /Ist]
posBEKASI.com | BEKASI – Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, memberikan penghargaan kepada para pemenang hasil penilaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dihadiri para Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Namun, momentum penting tersebut tidak dihadiri LPM Bojong Menteng.
Gani memberikan penghargaan kepada tiga juara BBGRM, yakni, juara 1: LPM Kelurahan Ciketing Udik Kecamatan Bantargebang, juara 2: LPM Kelurahan Mustika Sari Kecamatan Mustika Jaya, dan juara 3: LPM Kelurahan Aren Jaya Kecamatan Bekasi Timur.
Untuk juara harapan diraih LPM Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok Gede (harapan 1), LPM Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu (harapan 2), dan LPM Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih (harapan 3).
Dalam surat undangan bernomor: 400.10.2/4280 yang ditandatangani Sekda Kota Bekasi, Junaedi, meminta seluruh Lurah untuk mengahdirkan Ketua LPM dalam acara apel penyerahan penghargaan BBGRM yang langsung diserahkan Oj Wali Kota Bekasi, di Lapangan Plaza Pemkot Bekasi, Senin (12/8/2024).
Pada kenyataannya, LPM Bojong Menteng yang meraih juara harapan 2 dianggap tidak hadir yang menuai kekecewaan. Padahal saat itu Ketua LPM Bojong Menteng, Irfan, telah hadir di lokasi sebelum apel dimulai pada pukul 06.35 WIB.
Menurut Irfan, buruknya komunikasi Lurah dengan LPM Bojong Menteng berakibat protokoler apel membuat LPM Bojong Menteng dianggap telat hadir dalam apel tersebut. Sehingga berimbas pada waktu rekan-rekan LPM dari beberapa kelurahan dipanggil maju ke depan apel oleh protokoler, dan LPM Bojong Menteng yang sudah ikut maju malah di suruh mundur karena dianggap telat hadir oleh Wahyu yang saat itu bertindak sebagai protokoler.
“Tentu hal ini sangat tidak mengenakkan bagi kami (LPM Bojong Menteng), yang sudah terlebih dahulu datang di lokasi apel dari pada LPM lainnya,” tegas Irfan.
Saat Wahyu di konfirmasi awak media, mengatakan bahwa saat dirinya bertanya kepada Bima petugas penyusunan program dan petunjuk teknis pembinaan penyelenggaraan acara (Tapem), perihal kehadiran LPM Bojong Menteng, beliau tidak mendapat jawaban pasti.
“Pada akhirnya saya anggap LPM Bojong Menteng tidak hadir,” ucap Wahyu.
Hal itu dikonfirmasi awak media ke Bima mengatakan, “Saya sudah menghubungi Pak Lurah Bojong Menteng pada pukul 07.29 WIB namun HP Pak Lurah tidak aktif, saya mau telpon Ketua LPM Bojong Menteng kan ngga tau nomornya, dan seharusnya Lurah dan LPM itu sejalan atau bersinergi,” jawab Bima.
Saat itu juga, Ketua LPM Bojong Menteng mengubungi Lurah Bojong Menteng melalui telepon selularnya terdengar berdering namun tidak direspon oleh Lurah.
Ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon selular, Senin (12/8/2024), Lurah Bojong Menteng Waryo, S.AP. MM, mengatakan bahwa Ini hanya miss komunikasi aja.
Hingga berita ini diturunkan, Irfan mengungkapkan belum ada niat baik dari Lurah Bojong Menteng untuk menghubungi dirinya selaku Ketua LPM Bojong Menteng guna meluruskan masalah yang beliau anggap ini hanya sekedar miss komunikasi saja.[rik]

