Bekasi Online

Satgas Cokok Pejabat BPN Kabupaten Bogor dan 5 Tersangka Mafia Tanah

Satgas Antimafia Tanah Kabupaten Bogor berhasil mencokok 6 tersangka termasuk seorang pejabat Kantor Pertanahan (Kantah) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, dalam kasus mafia tanah digelar di Mapolres Bogor, Senin 1 Agustus 2022. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.com | BOGOR – Satgas Antimafia Tanah Kabupaten Bogor mencokok 6 tersangka salah satunya seorang pejabat Kantor Pertanahan (Kantah) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, dalam kasus mafia tanah. Tersangka berinisial DK mengubah data sertifikat pada program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan awalnya tersangka AG (23), petugas PTSL, memalsukan sertifikat dengan cara konvensional. Tersangka mengubah data pada sertifikat PTSL data-data palsu yang ‘dipesan’ para menggunakan cairan pemutih.

“Jadi mereka-mereka akan menghapus data yang ada di sertifikat, lalu diganti dengan data yang baru. Sehingga mengakibatkan, ketika sertifikat ini terbit, itu akan tumpang tindih dengan sertifikat yang dikeluarkan BPN,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Senin 1 Agustus 2022.

Iman menjelaskan, dalam proses penerbitan sertifikat, para pelaku memiliki peran dan tugas masing-masing. Tersangka AG, kata Iman, merupakan tersangka yang mencatat data pada sertifikat tanah yang asli menggunakan cairan pemutih.

“Tersangka AG, dia petugas PTSL. Perannya dalam kasus ini adalah menghapus data di dalam cairan dengan cairan pemutih dan kemudian mencetak data baru, serta mengakses ke dalam sistem GEO-KKP,” kata Iman.

AG yang mengubah data pada sertifikat, kemudian sertifikat menggunakan laptop dan masuk ke sistem KKP pada aplikasi online BPN. Untuk mengakses sistem aplikasi online, AG bekerja sama dengan ASN BPN Kabupaten Bogor berinisial DK.

DK merupakan Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Kantah BPN Kabupaten Bogor yang memiliki kode akses masuk ke sistem online. Oleh AG kemudian sertifikat data PTSL pada sistem online itu menggunakan data baru sesuai yang diinginkan.

“Pencetakan sertifikat palsu dilakukan di Kantor Sekretariat PTSL Kecamatan Cibungbulang, menggunakan sarana prasarana dinas,” kata Iman.

Keenam, petugas polisi setelah salah satu pemohon melaporkan ke polisi terkait dengan proses sertifikasi. Setelah dilakukan penyelidikan, siasat busuk mafia tanah ini akhirnya terbongkar.

“Kami bersama dengan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkap kasus pemalsuan dan penipuan yang berkaitan dengan penerbitan sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) palsu,” kata Iman.

Dalam kasus mafia tanah ini, kata Iman, menangkap 6 orang sebagai calo, termasuk seorang ASN di Kantor BPN Kabupaten Bogor.

“Saat ini Satreskrim Polres Bogor sedang melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang yang diduga sebagai pelaku, baik yang menerbitkan dokumen palsunya, untuk menerbitkan sertifikat di BPN, maupun para calo yang menerbitkan sertifikat PTSL palsu itu,” kata Iman.[COK]

BEKASI TOP