Bekasi Online

Balita Tewas Tak Dapat Diselamatkan dari Timbunan Tamah Longsor Setinggi 3 Meter

Rumah korban tanah longsor milik Nandi mengalami kerusakan di Desa Cukang Genteng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Sabtu 27 November 2021, sekitar pukul 21:15 WIB. [Poabekaai.com /BPBD Kab.Bandung]

POSBEKASI.com | SOREANG – Seorang warga meninggal dunia dan dua lainnya selamat dilarikan ke RS Soreang akibat rumah korban tertimbun tanah longsor di Desa Cukang Genteng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Sabtu 27 November 2021, sekitar pukul 21:15 WIB.

Korban longsor kampung Cukang Genteng RT01/RW01, Desa Cukang Genteng, tanah menimbun rumah ukuran 5 x 6 meter milik keluarga Nandi (23) bersama istri dan seorang anaknya. Nandi dan istrinya Nur (20) mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke RS Soreang. Sedangkan putrinya Meisya Nadia (3) tertimbun tanah longsor hingga mencapai 3 meter hingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Longsor diakibatkan tingginya intensitas hujan pada siang hari,. ditambah struktur tanah labil, hingga malam hari menimbun rumah warga yang menjadi korban. Terdapat satu rumah warga dilaporkan rusak berat akibat tertimpa material longsor,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangan tertulisnya, Ahad 28 November 2021.

BPBD Kabupaten Bandung bersama tim gabungan seperti unsur TNI/POLRI, Pramuka Peduli, PMI, Tksk Dinsos, RAPI, dan masyarakat setempat kata Muhari, memberikan penanganan darurat seperti pemberian logistik bagi warga terdampak.

“Proses pencarian dihentikan setelah diinformasikan tidak ada warga dinyatakan hilang,” ungkap Muhari.

Pantauan terkini di lapangan, cuaca saat ini masih mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Berdasarkan informasi PVMBG mengenai potensi pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Pasar Jambu, untuk bulan November ini memiliki tingkat potensi dengan kategori menengah hingga tinggi. Oleh karena itu, BNPB menghimbau untuk para masyarakat untuk tidak bermukim di bawah lereng bukit. Sementara itu, diperlukan mitigasi berbasis vegetasi dengan menanam tanaman seperti akar wangi untuk mengikat struktur tanah dan antisipasi ancaman tanah longsor.[AMH]

BEKASI TOP