Bekasi Online

Desa Sukalilah Terisolir Akibat Jembatan Dihantam Banjir Bandang

Pemkab Garut membuat jembatan darurat menghubungkan Desa Sukalilah ke Kampung Cipelag, Garut, pasca dihantam banjir bandang, Sabtu 6 November 2021. [Posbekasi.com /BNPB]

POSBEKASI.com | GARUT – Hujan lebat memicu terjadinya banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu 6 November 2021, pukul 17.00 WIB yang menyebabkan satu jembatan rusak berat. Jembatan yang berlokasi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, ini merupakan akses jalan yang menghubungkan Desa Sukalilah ke Kampung Cipelag. Hal ini membuat sebanyak 335 KK terisolir dengan rincian 42 orang lanjut usia, 25 ibu hamil, 48 balita, 1 orang berkebutuhan khusus. Selain itu, terdapat 5 KK yang telah melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara terdekat.

“Hal ini juga memengaruhi aktivitas belajar mengajar yang membuat sejumlah siswa tidak dapat berangkat ke sekolah, antara lain 48 anak PAUD, 111 siswa sekolah dasar, 69 siswa sekolah menengah pertama dan 33 siswa menengah atas,” kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Rabu 10 November 2021.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan upaya tanggap darurat untuk membantu warga yang masih terisolir akibat banjir,” tambah Muhari.

Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Nomor 362/3598/BPBD/2021 selama 7 hari mulai tanggal 8 sampai 15 November 2021. Saat ini pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Garut memfokuskan penanggulangan banjir bandang pada perbaikan jembatan agar dapat segera menghubungkan kembali akses jalan bagi warga yang terisolasi.

“Banjir bandang juga merusak sejumlah rumah warga, antara lain satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan serta  merendam lahan pertanian yang siap panen seluas 2 hektar,” terangnya.

BPBD Kabupaten Garut bekerja sama dengan unsur Polri, Brimob, Forkopimcam, Tagana Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR, Dinas Perkim, relawan serta masyarakat setempat untuk membersihan material pascabanjir bandang, membuat jembatan darurat dan membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah warga. Wakil Bupati Garut dan Dandim 0611 Garut juga turut meninjau langsung lokasi kejadian.

“Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, makanan dan alat untuk perbaikan sarana umum seperti jalan dan jembatan,” ujar Muhari.[AMH]

BEKASI TOP