Bekasi Online

Puluhan Rumah Terendam Akibat Luapan Sungai Cipalebuh

Puluhan rumah terendam akibat luapan Sungai Cipalebuh di Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, pada Kamis 29 Oktober 2021, pukul 00.00 WIB. [Posbekasi.com /BPBD Garut]

POSBEKASI.com | GARUT – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Cipalebuh di Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meluap dan merendam puluhan rumah di Desa Mandalakasih Rabu 27 Oktober 2021 sore.

Merujuk data yang dikeluarkan Pusdalops BNPB, Kamis 29 Oktober 2021, pukul 00.00 WIB, terdapat  31 rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air 30 hingga 50 centimeter.

“Banjir tersebut juga menyebabkan 26 KK terdampak, sementara 5 KK di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangannya, Kamis 28 Oktober 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut terus melakukan langkah penanganan dengan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pamengpeuk guna memonitoring perkembangan kondisi banjir, mengerahkan tim gabungan dan relawan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi banjir susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari pada tanggal 28 – 29 Oktober 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Analisis inaRISK juga menunjukan Kabupaten Garut memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina. La Nina adalah anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan dan diprediksi terjadi periode Oktober 2021 hingga Februari 2022.

Masyarakat diharapkan melakukan persiapan untuk evakuasi saat banjir melanda, termasuk memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir. Kemudian mewaspadai adanya saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada.[AMI]

BEKASI TOP