
Halnya, 305 anak didik dan 26 guru pegawai SMP Negeri 48 Kota Bekasi menerima kartu perdana gratis berisi 10GB.
“Hari ini seluruh siswa kelas 7 – 9 sebanyak 305 orang dan 26 guru dan pegawai menerima kartu perdana berisi kuota internet 10GB dari Telkomsel,” kata Kepala Sekolah SMPN 48 H.Hambali,SPd,MM, kepada Posbekasi.com di Sekolah SMPN 48 Kota Bekasi, Kamis (3/9/2020).
Pembagian microchip gratis itu berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Sementara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan seluruh siswa dan guru negeri/swasta di Jabar bulan ini dapat mengakses kartu perdana gratis beserta kuota internet 10GB untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Program Merdeka Belajar Jarak Jauh direncanakan berjalan mulai September – Desember 2020. Kuota gratis bulan pertama berlaku 30 hari dan dapat diperpanjang tiga bulan berikutnya untuk kuota 11 GB dengan membayar Rp5.000 per siswa.
“Program ini tertuang dalam kerja sama antara Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Telkomsel,” kata Ridwan menandatangani kerja sama Program Merdeka Belajar Jarak Jauh dengan Direktur Human Capital Management Telkomsel R Muharram Perbawa Mukti, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (2/9/2020).
Berbeda dengan program kuota internet gratis yang sedang direncanakan pemerintah pusat. Tapi begitu program pusat bergulir nanti, nomor perdana MBJJ dapat didaftarkan pihak sekolah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.
Pemda Provinsi Jabar akan berkoordinasi dengan DPRD, jika memungkinan pembelian kuota internet tiga bulan berikutnya akan ditanggung APBD perubahan provinsi. Untuk menutupi pembelian kuota 11 GB seharga Rp5.000, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp16 miliar per bulan atau Rp48 miliar per tiga bulan.
“Kami sedang berwacana dengan DPRD, jika memungkinkan tiga bulan sisanya pun coba ditanggung dari APBD provinsi. Sehingga siswa bisa tenang belajar sampai bulan Desember 2020, minimal tanpa harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Gubernur berpesan kepada penerima kartu perdana terutama siswa agar mempergunakan kuota internet gratis dan murah ini untuk hal-hal yang wajib.
“Internet ini dipakai untuk sesuatu yang wajib, pendidikan. Jangan pakai untuk sesuatu yang viral di media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Human Capital Management Telkomsel R Muharram Perbawa Mukti mengatakan, program Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh bertujuan memberikan kemudahan kepada pendidik dan peserta didik dalam PJJ karena situasi pandemi COVID-19.
“Program Merdeka Belajar Jarak Jauh yaitu sebuah program yang memberikan kemudahan kepada para pendidik dan peserta didik dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang memberikan gratis kartu perdana dengan keunggulan paket dan kuota belajar sebesar 10 GB senilai sepuluh rupiah,” ujar Muharram.
Muharram menjelaskan, paket kuota data dalam kartu perdana dapat digunakan untuk mengakses aplikasi e-learning, 240 situs e-learning kampus dan sekolah di seluruh Indonesia dan sejumlah aplikasi video conference.[SFN]

