Jumat Kramat, KPK Tahan Iwa Karniwa Terkait Suap Meikarta

Sekda nonaktif Jabar Iwa Karniwa usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka mengenakan rompi orange pertanda ditahan oleh penyidik KPK, Jumat (30/8/2019). [Posbekasi.com/BSH]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Hampir menjadi kebiasaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai memeriksa tersangka pada hari Jumat langsung menjebloskannya ketahanan.

Halnya, nasib Sekretaris Daerah nonaktif Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik KPK, Jumat (30/8/2019), Iwa resmi menjadi tahanan terkait kasus dugaan suap perizinan mega proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, Iwa diperiksa pukul 10:00 hingga usai pemeriksaan dan keluar dari Gedung Merah Putih pukul 17:25 mengenakan rompi tahanan warna orange pertanda menjadi tabanan dan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

“Saya sudah menjalankan sesuai dengan pernyataan saya tempo hari akan mendukung proses hukum dan saya mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi. Dan Alhamdulillah tadi sudah mendapatkan pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik dan saya akan ikuti proses,” ucap Iwa kepada wartawan saat memasuki mobil tahanan KPK yang akan membawanya ke Rutan
Pomdam Jaya Guntur.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan Iwa ditahan untuk 20 hari pertama teehitung mulai hari ini Jumat (30/8/2019).

“Kami juga ingatkan agar tersangka kooperatif sehingga bisa dipertimbangkan sebagai alasan meringankan. KPK juga sedang mendalami informasi lain yang diterima dari masyarakat terkait yang bersangkutan selama menjadi Sekda,” ujar Yuyuk dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Diketahui, Iwa saat menjabat Sekda Prov Jabar diduga meminta uang sebesar Rp1 miliar kepada pihak PT Lippo Cikarang melalui Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili.

Permintaan tersebut guna memuluskan proses Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat provinsi.

Sehingga Iwa menjadi tersangka pada kasus suap Meikarta yang saat KPK berhasil mejaring Neneng Rahmi dkk dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Nama Iwa muncul ketika Neneng Rahmi menyampaikan pengajuan Raperda RDTR pada April 2017. Saat itu, Neneng diajak oleh Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi untuk bertemu pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi.

Dalam kasus OTT suap Meikarta ini juga melibatkan mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan beberapa anakbahnya di lingkungan Pemkab Bekasi. [BSH/POB]

Pin It

Comments are closed.