Bawaslu Minta Pemkab Bekasi Sediakan Tim Medis bagi Petugas Pemilu

Penghitungan suara Pilpres dan Pileg di TPS pada Pemilu serentak 2019, Rabu 17 April 2019.[MIN]

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI –  Bawaslu Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah untuk menyediakan tim medis di tempat rekapitulasi suara menyusul sebanyak 39 jajaran pengawas di tingkat kecamatan, desa, serta tempat pemungutan suara (TPS) mengalami sakit usai Pemilu 17 April 2019.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubal, dan Humas Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Bawaslu Jawa Barat, untuk melakukan pendataan terhadap pengawas yang mengalami sakit akibat pemilu.

“Rata-rata pengawas yang sakit itu akibat kelelahan, dan satu orang terkena musibah saat melakukan penertiban alat peraga kampanye,” ungkapnya di Cikarang, seperi dikutip dari laman dakta.com, Senin (29/4).

Dengan adanya pengawas pemilu yang sakit itu, pihaknya meminta Pemkab Bekasi menyediakan tim medis di tempat rekapitulasi suara serta mengimbau agar mereka menjaga kesehatannya.

“Apalagi ada empat petugas PPS dan KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan karena padatnya proses pemilu kali ini,” ucapnya.

Akbar menambahkan, untuk biaya pengobatan jajaran bawaslu yang sakit informasinya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rata-rata petugas Bawaslu Kabupaten Bekasi yang sakit itu akibat kelelahan, ia juga meminta pengawasan rekapitulasi suara dilakukan oleh dengan metode bergantian untuk menghindari kelelahan.[dakta]

Pin It

Comments are closed.