Jadilah Pelopor Bukan Ekor

POSBEKASI.COM – Membebek memang enak, tinggal memgikuti tidak perlu susah payah tidak perlu berpikir, ikut saja. Apa saja, dimana saja, bagi kaum pembebeklah yang memyesuaikan.

Kaum ekor mau tidak mau tempatnya di belakang atau sebagai pelengkap penderita. Tidak memiliki integritas dan otoritas. Mau tidak mau, harus ikut aturan kalau tidak akan dilepas dari ijin membebek. Bangsa yang membebek akan menjadi bangsa konsumtif. Tukang jiplak tiada kebaruan yang ada hanya copy paste.

Tak jarang yang sampah busuk dan hoaxpun ditelannya saking tidak mampu membedakan atau tidak ada pilihan. Bangsa ekor, sebenarnya bangsa terjajah bangsa yang tak punya integritas dan karakternya lemah. Apa saja nyontek, melihat orang lain baru berbuat. Lambat merespons dan daya pikirnya cupet.

Bangsa pelopor, kaumnya akan selalu memimpin walau terseok-seok sekalipun tetap menjadi ikon. Kelemahan, kegagalan bahkan kesalahanyapun menjadi inspirasi. Apapun, dimanapun akan meninggalkan sesuatu yang baru. Mampu memberdayakan mampu memberi pencerahan dan mampu membuat sesuatu menjadi wow yang penuh kekaguman.

KLIK : Budaya Tertib Berlalu Lintas

Dari yang sehari-hari hingga yang teknologi bagi bangsa pelopor akan menjadi sesuatu yang baru dan terus terbarukan. Lihatlah bangsa yang maju, sarat dengang penemu, sarat dengan inspirasi yang sehat dan memberdayakan. Sebaliknya, kaum bebek akan saling serang di dalam eker-ekeran tiada soliditas, berebut anak bangsa tanpa tahu siapa yang mengadu dan memprovokasinya.

Bisa dibayangkan bgm bila tubuh kita hrs mengatasi serangan-serangan dari usus, paru paru, ginjal, bahkan dari jantung? Tentu akan disfungsional bahkan akan remuk dan membusuk dengan sendirinya.

Bangsa pelopor akan mampu melampaui dan memberdayakan perubahan. Sebaliknya, kaum ekor akan bingung mana yang akan diikutinya. Bangsa pengekor tidak akan mampu menghargai kreatifitas atau ide-ide cerdas karena yang dikumpulkan kaum-kaum penjilat. Yang tahunya hanya membebek. Analoginya sakit jantung dan darah tinggi berkadar kokesterol tinggi, tidak peduli akan terkena dampak bagi kesehatan yang penting ndoro senang.

KLIK : Mengerikan! 60 Persen dari 30 Ribu Milenial Tewas Lakalantas, Saatnya Generasi Milenial Peduli Road Safety

Menjadi pelopor bukan perkara mudah karena harus bangun, sadar, dan waras. Inilah tantangan yang mesti dihadapi. Budaya malu harus dibangun dan diterapkan bahkan diajarkan. Salah bukan dilarang namun tidak untuk dibanggakan.

Para pemimpin setidaknya menjadi ikon bagi anak buah yang dipimpinnya. Kaum-kaum penjilat, penipu, kaum mafia birokrasi memang mau tidak mau harus dilenyapkan. Krn mereka akan menjadi candu yang melemaskan kaum-kaum yang kreatif dan inovatif.   Spirit kasih uang habis perkara, akan mematikan ide-ide baru. Data menjadi tidak penting bahkan diabaikan. Pembajakan pemalsuan pemalakan meraja lela.

Kaum pelopor akan menjadi sang pencerah. Walau dalam konteks local heros perjuangan akan menginspirasi dan berdampak luas. Nilai-nilai kepeloporan ditanamkan, diajarkan, dan diberi ruang dalam kehidupan sosial. Tatkala ada ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang maka akan bermunculan pelopor di mana-mana, di semua lini. Demikian juga sebaliknya, tatkala tiada ruang kaum mafia mengajarkan untuk terus mengekor. Semua ini tergantung dari kita mau waras atau tidak, itu saja!. [Chryshnanda Dwilaksana]

Pin It

Comments are closed.