POSBEKASI.COM – Oleh: Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana
Generasi milenial peduli road safety merupakan pelopor keselamatan yang menyadari bahwa keselamatan yang utama dan pertama untuk menyelamatkan anak bangsa korban sia-sia di jalan raya.
Kepekaan dan kepedulian generasi milenial akan road safety merupakan gerakan moral untuk; Mendukung proses membangun budaya tertib berlalintas, Berjuang ikut serta meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.
Budaya tertib berlalu lintas merupakan habit yang merefleksikan perilaku berlalu lintas patuh terhadap aturan dan adanya suasana lalu lintas yang tertata dengan standar-standar lalu lintas yang aman selamat dan lancar. Aturan dipatuhi para pengguna jalan dan dapat ditegakkan.
Tingkat kesadaran dan kepatuhan inilah yang menjadi harapan agar generasi milenial aktif berperan, peka, peduli akan road safety. Selain menjadi teladan juga mendukung program ‘it for road safety’ yang membangun infrastruktur dengan sistem-sistemnya, agar tidak ada peluang atau kecil sekali kemungkinan terjadinya pelanggaran dan ada sanksi tegas bahkan keras bagi yang melanggar.
Kepatuhan dari generasi milenial terhada aturan yang dikarenakan adanya kesadaran ini merupakan budaya tinggi bagi suatu paradaban di mana produk pendidikkan berhasil mentrasformasi sehingga pemahaman akan road safety atau lalu lintas yang aman, selamat, tertib, lancar dan mampu diimplementasikan pada saat berlalu lintas.
Edukasi, sistem dengan berbagai perangkat infrastruktur dan penegakkan hukum membuat pengguna lalu lintas peka dan peduli, bahkan mau bertanggungjawab atas terwujudnya dan terpeliharanya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
Lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar dapat dipahami sebagai tujuan road safety yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terbangunnya budaya tertib dan ada pelayanan-pelayanan yang prima.
Dengan adanya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar, maka social cost dan cost menjadi efektif dan efisien dan mendukung produktifitas sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.[]

