Posbekasi.com

Pidato Lengkap Kebangsaan Prabowo (Bagian 4)

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, didampingi Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pidato Kebangsaan di Plenary Hall, Convention Center, Jakarta, 14 Januari 2019 malam.[IST]
POSBEKASI.COM | JAKARTA –  Saudara-saudaraku,

Untuk mencapai itu semua, kami menggariskan lima fokus utama program kerja nasional. Lima fokus solusi pemecahan persoalan bangsa. Fokus pertama kami adalah mewujudkan ekonomi yang mengutamakan rakyat, ekonomi yang adil, ekonomi yang memakmurkan semua orang Indonesia, dan ekonomi yang melestarikan lingkungan Indonesia.

Agar lingkungan kita, tanah air kita, dapat digunakan oleh anak-anak, cucu-cucu dan serta cicit-cicit kita. Generasi-generasi yang akan datang. Dalam hal ini, kami akan ciptakan lapangan pekerjaan untuk rakyat kita, rakyat Indonesia. Serta kita akan tingkatkan daya beli masyarakat. Jika rakyat memiliki uang yang cukup, seluruh roda ekonomi akan berputar. Pabrik-pabrik akan berjalan. Produksi akan meningkat. Kebutuhan-kebutuhan rakyat akan terpenuhi.

Kita pernah bikin pesawat terbang yang canggih, produk-produk berteknologi tinggi. Saya bertanya, mampu atau tidak kita teruskan apa yang pernah kita lakukan dulu? Saya yakin jawabannya mampu. Kita harus buat mobil nasional, helikopter, kapal-kapal niaga, kapal-kapal angkut, kapal-kapal perang. Teknologi-teknologi ini harus kita buat sendiri, karena kita bangsa ke 4 terbesar di dunia. Industrialisasi adalah keharusan bagi negara kita. Kami akan jadikan industri di Indonesia seperti India, seperti Korea Selatan yang punya perusahaan-perusahaan industri kelas dunia.

Bukan seperti sekarang. Pakar-pakar ekonomi mengatakan, sekarang sedang terjadi deindustrialisasi di Indonesia. Kami juga akan pastikan, perusahaan-perusahaan BUMN penting kita, seperti Krakatau Steel, Pertamina dan Garuda kuat dan tidak terus menerus rugi. Bukan kita tidak terbuka pada bangsa lain, tapi kita tidak bisa lagi berada di piramida paling bawah! Kami ingin anak-anak kita jadi pilot, nahkota, pengusaha, bukan hanya jadi kacung bangsa lain! Semua pekerjaan yang halal adalah mulia, namun tentunya anak orang miskin berhak punya kesempatan jadi dokter, ahli hukum, atau perwira sekalipun.

Kami akan hentikan kebocoran uang ke luar negeri, dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami akan berdayakan dan beri insentif kepada Usaha Menengah dan Kecil. Kami akan berikan subsidi dan program bantuan sosial untuk lapis terbawah yang membutuhkan, untuk memastikan semua warga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Kami akan bangun infrastruktur yang tepat sasaran, dan bermanfaat bagi semua golongan masyarakat dengan tidak menggelembungkan harga-harga nilai proyek. Kami akan pastikan bahwa utang Pemerintah tidak terus membengkak, apalagi membahayakan posisi keuangan negara. Kami akan ubah jutaan hektar hutan yang sudah rusak, jadi hutan produktif untuk produksi pangan, energi dan air bersih, dan membuka lapangan pekerjaan untuk rakyat kita. Kami akan dirikan Bank Tani dan Nelayan untuk membantu petani dan nelayan mendapatkan modal dan teknologi.

Bagi saudara-saudara yang bertaruh nyawa di jalanan sebagai pekerja angkutan, kami akan berikan kepastian hukum untuk para pengemudi ojol, pengemudi taksi, pengemudi bis, dan tentukan tarif minimal yang menguntungkan pekerja dan pengusaha.

Semua prajurit, polisi dan petugas di daerah terpencil, kami akan perbaiki penghasilan mereka. Kebutuhan hakim, jaksa, polisi akan kami perbaiki, bila perlu naik berkali lipat karena mereka vital bagi jalannya Pemerintahan Republik Indonesia.

Fokus kedua kami adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, kami akan perangi kemiskinan, tingkatkan layanan kesehatan, dan tingkatkan kualitas pendidikan. Pekerja-pekerja di bidang kesehatan dan pendidikan harus dihormati kualitas hidupnya.

Gaji-gaji mereka harus kita perbaiki. Guru guru, terutama guru-guru honorer harus kita akomodir, harus kita perbaiki kualitas hidupnya. Dengan program-program yang tepat sasaran seperti beasiswa atlet, beasiswa santri, dan transportasi gratis untuk pelajar, manula dan kaum disabilitas, kami akan pastikan jarak antara orang kaya dan orang miskin tidak semakin lebar.

Kami akan perbaiki tata kelola BPJS dan jaringan sosial lainnya untuk mencegah defisit dan meningkatkan layanan kesehatan yang berkualitas. Kami akan perjuangkan agar seluruh rakyat Indonesia memiliki jaminan kesehatan dan jaminan sosial lainnya. Kami juga akan perkuat program Keluarga Berencana, agar Indonesia terhindar dari ancaman ledakan penduduk sehingga kita tidak jalan di tempat.

Kami akan berjuang untuk sediakan susu gratis, dan makan siang gratis di setiap sekolah yang membutuhkan, kami harapkan akan kurangi stunting (tidak tumbuh normal akibat gizi buruk). Sasaran kami, kita harus setara dengan tetangga kita seperti Vietnam, dan Thailand.

Untuk kaum difabel, kami akan bangun infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas, dan menjamin lapangan kerja yang tepat dan terhormat bagi difabel. Kami akan perbaiki kualitas sekolah-sekolah, universitas hingga pondok pesantren dan madrasah-madrasah.

Selain penguatan lembaganya, kami akan tingkatkan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik, termasuk guru honorer, termasuk guru-guru di pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah. Kami juga akan bangun sebuah Lembaga Tabung Haji untuk mengelola calon-calon haji dan umrah kita, dan meringankan beban umat yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah. Kami ingin negosiasi dengan Arab Saudi untuk membangun gedung-gedung milik Indonesia di kota-kota suci untuk mengurangi kebutuhan biaya naik haji.

Fokus ketiga kami adalah memastikan keadilan hukum dan menjalankan demokrasi yang berkualitas.

Untuk menjamin demokrasi, kami akan jamin kemerdekaan berserikat dan mengeluarkan pendapat, serta kebebasan pers.

KLIK : Pidato Lengkap Kebangsaan Prabowo (Bagian 3)

Kami akan hentikan ancaman persekusi terhadap individu, organisasi dan insan pers yang berseberangan pendapat dengan Pemerintah. Kami akan pastikan ulama-ulama kita dihormati, dan bebas dari ancaman kriminalisasi. Ini menjadi sangat penting, karena peran ulama dalam kemerdekaan bangsa kita demikian penting.

Memang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan di Jakarta. Tapi saya sampaikan di sini, kemerdekaan kita diuji di Jawa Timur, yang puncaknya adalah ditolaknya ultimatum asing oleh rakyat Jawa Timur, yang didukung resolusi jihad para ulama. Karena itu, bagi bangsa Indonesia, janganlah pernah kita tidak hormati kiai-kiai kita, ulama-ulama kita, dan pemuka-pemuka agama lain yang memimpin kita.

Kami juga akan pastikan tidak ada organisasi yang taat pada Pancasila dan UUD 1945, yang terstigma dan dihakimi tanpa pengadilan. Kami akan pastikan hukum di negeri ini tidak pandang bulu dan tidak tebang pilih. Keadilan harus untuk semua, bukan untuk mereka yang kuat dan punya uang. Untuk memberantas korupsi, kami akan perkuat KPK, kepolisian, kejaksanaan dan kehakiman. Kami akan pastikan tidak ada intervensi dan politisasi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di tanah air. Kami juga akan tingkatkan akuntablitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara dari pusat hingga daerah.

Fokus keempat kami adalah menjadikan Indonesia rumah yang aman, yang nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia. Keamanan nasional dan kedaulatan NKRI adalah prasyarat untuk pembangunan, kemajuan, dan kemakmuran. Untuk itu, kami akan pastikan TNI menjadi angkatan pertahanan yang kuat dan bertaraf dunia.

Kami juga akan tingkatkan kemampuan kepolisian agar mampu mengantisipasi dan mengatasi kejahatan-kejahatan baru seperti cyber crime, human trafficking, international drug trafficking, pencucian uang, dan lain sebagainya. Lalu, kami juga akan tingkatkan kemampuan negara dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, penanganan cepat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kasus-kasus bencana alam.[POB]

BEKASI TOP