Pidato Lengkap Kebangsaan Prabowo (Bagian 5)

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, didampingi Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pidato Kebangsaan di Plenary Hall, Convention Center, Jakarta, 14 Januari 2019 malam.[IST]

POSBEKASI.COM | JAKARTA –  Saudara-saudara sekalian,

Fokus kelima kami adalah penguatan karakter dan kepribadian bangsa. Kami percaya hal yang paling fundamental yang harus dimiliki bangsa Indonesia adalah karakter dan mental yang kuat. Agar sebuah bangsa dapat merdeka, berdaulat, makmur dan menang, bangsa itu harus melalui proses nation building yang dicapai dari sebuah proses pembangunan karakter, character building.

Karena itu, bersamaan dengan buku visi misi Indonesia Menang, hari ini kami juga luncurkan buku yang memaparkan karakter dan mentalitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia Menang. Kami akan tanamkan dan jalankan sikap-sikap dan filosofi-filosofi terbaik dari leluhur bangsa Indonesia.

Sikap pendekar yang tidak kenal menyerah.

Sikap sabdo pandito ratu yang selalu tepat ucapan.

Sikap rame ing gaweh, sepi ing pamrih yang mendahulukan kepentingan yang besar.

Sikap pemimpin bekerja agar wong cilik iso gumuyu.

Sikap percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki kita sendiri, dan

Sikap lebih baik mati daripada dijajah kembali.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, di manapun saudara berada.

Kita harus wujudkan keamanan untuk semua. Keadilan untuk semua. Kemakmuran untuk semua. Bukan keamanan hanya untuk orang kaya. Bukan keadilan hanya untuk yang bisa bayar. Bukan kemakmuran hanya untuk segelintir orang saja, yaitu kurang dari 1% penduduk Indonesia.

Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1 Juni 1945, saya kutip kata-kata beliau:

“Kita hendak mendirikan suatu negara untuk semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, bukan untuk bangsawan, bukan untuk orang kaya, tetapi untuk semua. Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.”

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,

Ada yang menanyakan ke saya:

Apa program bapak ini tidak terlalu ambisius?

Apa bapak yakin bisa jalankan semua ini?

Kepada mereka yang bertanya ini, saya katakan:

Kita saat ini berada dalam suatu lomba melawan waktu. Setiap tahun populasi kita tambah 3,5 juta orang. Berarti dalam 10 tahun lagi kita harus siapkan rumah, sekolah, pekerjaan untuk tambahan 35 juta orang. Jumlah penduduk yang lebih besar dari bangsa Malaysia, atau 7 kali lebih besar dari Singapura.

KLIK : Pidato Lengkap Kebangsaan Prabowo (Bagian 4)

Kalau kita tidak melakukan hal-hal yang berarti, kalau kita tidak melakukan transformasi yang besar hari ini, kita bisa terjebak dalam keadaan yang mengkhawatirkan masa depan bangsa kita.

Bahkan kajian-kajian strategis dari bangsa lain mengatakan bisa saja Indonesia bubar sebagai sebuah negara.

Kami, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, minta mandat dari rakyat karena kami ingin menjamin hal itu tidak akan terjadi. Kami ingin Republik Indonesia kekal, kuat, aman, adil, dan rakyatnya makmur. Jika mendapatkan mandat dari rakyat Indonesia pada tanggal 17 April 2019, untuk melaksanakan program-program kami, kami akan menyusun barisan yang terdiri dari putra putri terbaik bangsa Indonesia.

The best and the brightest sons and daughters of Indonesia.

Kami tidak akan memandang latar belakang politiknya. Kami tidak akan memandang etnis, agamanya. Kami tidak akan menilai baju partainya. Kami akan pilih putra putri Indonesia yang cerdas, yang memiliki integritas, yang jujur, yang bersih, yang mampu untuk menjalankan aparatur negara sebaik-baiknya.

Kami akan bangun barisan lintas identitas, barisan Bhinneka Tunggal Ika. Barisan yang cerdas dan mampu untuk melaksanakan pembangunan untuk kepentingan rakyat banyak. Yang mampu untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Menang.[POB]

Pin It