Melihat Jagoan Sepak Bola ASEAN di Asian Games

Benarkah Indonesia dan Thailand jadi dua Raja Asia Tenggara di cabang olahraga sepak bola Asian Games?[Bola.com/Adreanus Titus]

JAKARTA | POSBEKASI.COM – Kurang dari dua bulan lagi Asian Games 2018 akan bergulir di Indonesia. Sepak bola dipastikan jadi cabang olahraga favorit event empat tahun sekali ini.

Persaingan sudah barang tentu bakal keras, karena melibatkan negara-negara seantero Asia, termasuk mereka yang masuk kelompok elite pelanggan Piala Dunia.

Di pentas sepak bola Asian Games, wakil-wakil dari Asia Tenggara (ASEAN) sejauh ini belum bisa mendominasi. Prestasi terbaik wakil Asia Tenggara, dicatatkan Myanmar saat masih bernama Burma pada Asian Games 1966 dan 1970.

Pada Asian Games 1966, Burma meraih medali emas setelah mengalahkan Iran 1-0 pada laga final yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

Burma berhasil mempertahankan medali emas pada Asian Games selanjutnya, edisi 1970. Namun, ketika itu Burma meraih medali emas dengan status juara bersama, dengan Korea Selatan, setelah di partai final yang juga berlangsung di Bangkok, Thailand, kedua tim bermain sama kuat 0-0.

Tak ada adu penalti yang dilakukan untuk memutuskan pemenang di antara keduanya sehingga Burma dan Korea Selatan sama-sama dianugerahi mendapat medali emas.

Beberapa negara, seperti Indonesia dan Malaya (sekarang Malaysia), dan juga Burma, pernah finis di peringkat ketiga atau meraih medali perunggu.

Burma tercatat meraih perunggu pada Asian Games 1954, Indonesia melakukannya pada Asian Games edisi 1958, disusul Malaya yang mendapat medali perunggu pada edisi 1962 serta Asian Games 1974.

Kiprah Indonesia dan Thailand

Untuk pencapaian itu, Thailand jadi penyumbang terbanyak. Bahkan bisa dibilang, sejak era 1990-an, Thailand menjadi “raja” sepak bola ASEAN di Asian Games menggantikan Indonesia.

Sebelum 1990-an, bisa dibilang Indonesia menjadi wakil ASEAN yang terdepan. Dalam sembilan keikutsertaan sejak 1951, Indonesia mampu tiga kali jadi perempat finalis (1951, 1966, dan 1970), 2 kali masuk empat besar (1954 dan 1986), sekali medali perunggu (1958), dan sekali tampil di fase 16 besar (2014).

Namun, Thailand ganti unjuk gigi memasuki era 90-an. Negeri Gajah Putih menduduki peringkat keempat pada Asian Games edisi 1990, 1998, 2002, dan 2014.

Mereka tercatat tampil pada 14 edisi Asian Games. Selain empat kali finis di peringkat keempat, Thailand pernah finis di putaran pertama sebanyak lima kali (1962, 1974, 1982, 1986, 1994), 4 kali tampil di perempat final (1966, 1970, 2006, 2010), dan sekali tampil di semifinal (1978).

Lantas pada Asian Games 2018, apakah Indonesia sebagai tuan rumah akan kembali mengulang masa kejayaan atau Thailand kembali unjuk gigi, ataukah ada wakil ASEAN lain yang muncul sebagai kuda hitam? Nantikan saja.[bola]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.