Bekasi Online

Independensi KPU Kota Bekasi Lebih Terhormat Terima Tantangan Adhy Firdaus

KPU Kota Bekasi.[DOK]
BEKASI, POSBEKASI.COM – Gabungan Aktivis Bekasi (GAB) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menyambut tantangan salah satu pasangan calon (paslon) Walikota/Wakil Walikota Bekasi terkait ijazah para paslon yang bertarung head to head di Pilkada Kota Bekasi 2018 ini.

“Adanya tantangan salah satu paslon ini sebaiknya disambut baik KPU Kota Bekasi dengan memperlihatkan dan mempublikasikan seluruh dokumen persyaratan pendafataran khususnya ijazah para paslon,” pinta salah seorang Presidium GAB, Bahar, di Bekasi, Ahad 17 Juni 2018.

Dengan demikian kata Bahar, persoalan ijazah para paslon yang bergulir dalam dua pekan terkahir ini dapat diketauhi secara luas sehingga masyarakat tidak memiliki keraguan untuk memilih jagoannya sebagai pemimpin Kota Bekasi lima tahun ke depan.

KLIK : Adhy Firdaus Tantang KPU Tunjukan Ijazah Asli Paslon Walikota Bekasi

“Persyaratan dokumen seperti ijazah itu wajib bagi seseorang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pilkada hingga KPU bisa menetapkannya menjadi calon kepala daerah. Jadi KPU tidak perlu ragu untuk menerima tantangan itu,” ungkapnya.

Hal tersebut diungkapkannya terkait permintaan calon Wakil Walikota Bekasi Adhy Firdaus yang mendampingi Nur Supriyanto, menantang KPU Kota Bekasi untuk memperlihatkan ijazah seluruh paslon.

“Apa susahnya bagi KPU Kota Bekasi untuk menunjukan ijazah para paslon seperti yang ditantang Adhy Firdaus. Semua dokumen ada di tangan KPU. Tinggal perlihatkan saja ke masyarakat, selesai sudah polemik ijazah,” katanya.

KLIK : Loloskan Ijazah SMA Rahmat Effendi, KPU Kota Bekasi Akan Dilaporkan ke DKPP

Masalah asli atau palsu itu urusan kedua, tentunya KPU sebagai penyelenggara Pilkada harus bertanggung jawab atas verifikasi dokumen yang dilakuknnya sebelum menetapkan seseorang menjadi calon.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 42 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017, syarat paslon yang didaftarkan oleh parpol atau gabungan parpol sendiri juga wajib menyerahkan syarat calon dan keabsahannya diteliti KPU.

Keabsahan dokumen-dokumen itu tentu melalui verifikasi, dan sudah dilakukan KPU Kota Bekasi hingga bisa menetapkan paslon. Artinya, semua persyaratan sudah memenuhi ketentuan atau peraturan yang ada.

KLIK : Kesaksian Sarjana Jebolan STIE Adhy Niaga, “Berkat Pak Adhy Firdaus Saya Bisa Bangun Pabrik Abon Ikan Tuna”

“Jadi KPU tidak perlu ragu, terima saja tantangan Pak Adhy. Karena hal ini bukan merupakan aib. Justru independensi KPU lebih terhormat dan lebih diperacaya masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bekasi nomor urut 2 Adhy Firdaus menyatakan siap 100 persen menantang Timses paslon Rahmat Effendi – Tri Adhianto, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bekasi, Maryadi, seperti diberitakan salahsatu media lokal yang meminta Bawaslu melakukan verifikasi ulang terhadap data-data kependidikan yang diajukan Adhy Firdaus.

“Begini saja, kita tantang sekarang dan KPUD Bekasi berani gak menunjukan ijazah asli semua paslon termasuk ijazah SMA Rahmat Effendi,” ungkap Adhy beberapa waktu lalu.[JAL/POB5]

BEKASI TOP