Bekasi Online

Bang Adhy Mudik Ke Pondok Ungu, Lestarikan Makanan Khas dan Bahasa Asli Bekasi

Bang Adhy bersama keluarga besar usai Shalat Ied di Masjid Baitul Muchsinin di tempat kelahirannya Pondok Ungu, Jumat 15 Juni 2018.[IST]
BEKASI, POSBEKASI.COM – Keluarga Besar Adhy Firdaus yang saat ini calon Wakil Walikot Bekasi mendamping Nur Supriyanto, berlebaran di kampung kelahirannya Pondok Ungu, Medan Satria, Kota Bekasi.

Dalam tradisi keluarga besar Adhy Firdaus yang akrab disapa Bang Adhy ini pada lebaran pertama melakukan ziarah ke makam almarhum ayahanda dan alamarhum ibunda serta engkong dari keluarga besar calon Wakil Walikota Bekasi nomor urut 2.

“Mudiknya ke Pondok Ungu, ini sudah tradisi bertahun-tahun keluarga besar berkumpul semasih Almarhum Baba Saady Muchsin masih ada, semua datang dari berbagai pelosok Bekasi yang masih berkaitan keluarga akan datang ke Pondok Ungu,” kata Bang yang memboyong seluruh keluarganya ke Pondok Ungu, kemaren.

KLIK : Ini Menu Favorit Lebaran Calon Pemimpin Bekasi Maju

Dikatakannya, usai Shalat Ied di Masjid Baitul Muchsinin Pondok Ungu, keluarga semua berjalan kaki menuju makam orangtua Bang Adhy yang tidak jauh dari Masjid Baitul Muchsinin.

Didampingi sang istri tercinta, Yanthi Irianti, yang mengikuti tradisi kelurg suaminya juga mempersiapkan makanan khas Bekasi yang menjadi kesukaan Bang Adhy.

“Sebagai putra Bekasi asli, Bapak paling suka dengan makanan khas Bekasi,” ungkap Irianti.

Menu lebaran kesukaan Bang Adhy, kata Irianti, ketupat plus sayur pepaya dengan sambal godog, semur daging ala Bekasi.

KLIK : Pejabat Walikota Ucapkan Idul Fitri Untuk Warga Bekasi

“Tiap lebaran makanan khas Bekasi harus ada, Bapak paling doyan sama sayur bandeng dipindang (kecap), apalagi isi perut bandengnya yang di tumis itu harus ada,” ungkap Irianti.

Menurutnya, Bang Adhy berupaya melesatarikan masakan khas Bekasi termasuk nasi uduk khas Betawi, gabus pucung dan lainnya.

“Selain makanan, Bapak juga mengkhawatirkan hilangnya bahasa keseharian Bekasi seiring perkembangan jaman mulai pudar. Makanya sehari-harinya Bapak menggunakan bahasa Bekasi untuk melestarikannya kepada generasi Bekasi,” terang ibu dua putra dan putri ini.[POB2]

BEKASI TOP