Posbekasi.com

Bekasi Diguncang Isu OTK Cari Ulama, Ini Kata Kapolres

Beredar whatsapp OTK mencari alamat ulama dan yayasan di Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi.[IST]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengimbau warga tidak spekulatif dan reaktif serta meshare isu atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Hal itu dikatakan Kombes Indarto ketika dikonfirmasi posbekasi.com, Selasa 20 Februari 2018, terkait beredarnya isu dijejaring media sosial (whatsapp) tentang orang tak dikenal (OTK) mencari ulama dan yayasan pada warga sekitar Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

OTK yang mengenderai mobil Luxio warna hitam dan sepeda motor tersebut pada warga Sumur Batu menanyakan alamat Ulama dan salah satu yayasan di Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, pada Senin 19 Februari 2018. Hal itu viral menjadi pembicaraan warganet.

“Jika ada berita yang tidak benar tidak perlu di share, jangan spekulatif dan reaktif,” kata Kombes Indarto.

Kombes Indarto meminta warga tetap tenang dan tidak termakan isu apalagi sampai terprovokasi terkait OTK mencari Ulama. Karena itu, Kapolres meminta warga untuk melaporkan pada polisi bila mengetauhi ada tindak pidana disekitar lingkungan masing-masing.

“Jika ada dugaan pidana, silahkan lapor ke polisi terdekat. Kita akan cepat bergerak menindak pelaku kejahatan khususnya di wilayah hukum Polrestro Bekasi Kota ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolsek Setu, Polres Metro Bekasi, AKP Wahid Key, menindaklanjuti beredarnya isu OTK mencari alamat ulama dan yayasan di wilayah hukumnya itu.

“Saya langsung kesini (TKP seperti disebutkan dalam whatsapp), dan sudah cek tidak ada seperti yang diberitakan. Nihil. Jadi begini, kita sudah berikan kontak person langsung dan memerintahkan anggota lebih sering patroli di wilayah yang diberitakan. Karena kita tidak ingin ada masyarakat yang jadi korban, apalagi Ulama,” tegasnya.

Sementara, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke polisi bila mengetauhi langsung maupun mendapatkan informasi terkait dugaan pelaku penyerangan terhadap pondok pesantren yang akhir-akhir ini beberapa kali terjadi di wilayah Jawa Barat.

Seperti, beredarnya informasi dari warganet seperti yang diterima posbekasi.com, Selasa 20 Februari 2018, adanya OTK yang dicurigai warga menggunakan mobil jenis Lexio warna hitam dan sepeda motor, pada Senin 19 Februari 2018, masuk ke wilayah Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, menanyakan alamat ulama dan salah satu Pondok Pesantren di Desa Burangkeng.

Kombes Candra, menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke polisi terdekat bila mengetauhi langsung maupun mendapatkan informasi seperti hal tersebut.

“Apabila ada hal-hal seperti ini, segera laporkan ke polisi terdekat, bukan lapor lewat medsos (media sosial),” imbaunya.[PB1]

BEKASI TOP