Posbekasi.com

Duh, Dinkes Pemkab Bekasi “Tutup Mata” Dua Tahun Perut Warganya Membesar

Uwar terbaring ditempat tidurnya dengan keadaan perut membesar saat ditemui Tim Relawan Syahri di rumahnya, Kampung Kedung, Jumat 27 Oktober 2017.[IST]
POSBEKASI.COM, SUKAWANGI – Seorang Nenek Uwar,73 tahun, binti Arum, sudah dua tahun mengalami perut besar yang semakin lama membesar seperti wanita hamil 9 bulan. Warga Kampung Kedung, RT02/01, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, ini telah divonis dokter mengidap kanker serviks dan tumor rahim.

Berlaurut-larutnya penyakit serviks hingga dua tahun dialami Uwar yang terlunta-lunta tanpa perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, tidak saja perutnya semakin membesar tetapi dokter kembali memvonisnya terkena tumor di rahim.

“Saya sangat sedih sekali mendengar warga Kabupaten Bekasi menderita seperti itu tanpa ada yang peduli,” kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat daerah pemilihan Kabupaten Bekasi, H Syahrir,SE, kepada Posbekasi.com, melalui sambungan selularnya, Jumat 27 Oktober 2017.

Mendapat informasi adanya warga tak mampu menderita seperti yang dialami Uwar, Sayhrir memerintahkan langsung dengan menerjunkan “Tim Relawan Syahrir” untuk mengunjungi kediaman Uwar guna mengetauhi keberadaan dan penyakit yang diderita Uwar.

“Dari laporan tim, sejak tahun 2015 Ibu Uwar ini divonis dokter mengidap kanker serviks, dua  tahun kemudian perutnya semakin membesar, dokter memvonis lagi terkena tumor di Rahim,” terangnya.

Meski keluarga masih menjalankan pengobatan dan tidak kenal lelah untuk kesembuhan Uwar, Syahrir sangat prihatin dan menyayangkan tidak adanya perhatian pemerintah setempat.

“Keluarga itu kelurga tidak mampu, suami Uwar hanya seorang buruh tani. Wajib mendapat bantuan dari pemerintah setempat, harus punya rasa peduli donk,” kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat itu.

Menindaklanjuti timnya yang berkunjung ke rumah Uwar, Syahri langsung berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jabar, yang direspon cepat dengan menerjunkan tim Dinkes Jabar ke rumah Uwar.

“Tim Dinkes Jabar juga sudah langsung turun merespon permintaan kita untuk mengurus segala sesuatu pengobatan Uwar,” katanya.

Syahrir merasa heran, Pemkab Bekasi yang memiliki anggaran Dinkes yang dialoksikan dari APBD Kabupaten Beksai cukup besar itu tidak mampu mengurus warganya.

“Ini kemanusian, harusnya Dinkes Kabupaten lebih peduli dan tahu betul kondisi warganya mana yang mendapatkan prioritas dan pertolongan utama,” ujarnya.[SOF]

BEKASI TOP