
Pasalnya, pembangunan yang sudah berjalan dua bulan menimbulkan kemacetan setiap hari. Terutama pada pagi dan sore hari kemacetan mengular hingga sepanjang 3 kilometer.
“Kapan selesainya proyek ini? Kami tidak tahu smapai kapan harus bermacetan setiap hari,” kata Silsih, karyawati yang hendak berangkat kerja kepada Posbekasi.com, Senin 23 Oktober 2017.
Wanita tersebut meminta Dinas PUPR Kota Bekasi segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar warga tidak lagi mengalami kemacetan.
“Maunya cepat diselesaikan, paling tidak koordinasi dengan polisi agar ada polisi yang mengatur lalulintas ini,” harapnya.
Pantauan Posbekasi.com, pagi ini kemacetan saat melintasi proyek saluran sepanjang 500 meter dari depan Perumahan Grand Bekasi Timur sampai Kali Siluman menyisakan kemacten panjang, hanya tampak 4 orang warga yang mengatur lalulintas dengan cara buka tutup dari arah Bantar Gebang ke Setu dan begitu sebaliknya.
Sejak proyek tersebut berlangsung belum pernah ada pihak kepolisian yang turun mengatur lalulintas. “Ada apa dengan Polisi koq tidak mau membantu warga yang sudah dua bulan mengalami macet?. Atau tidak ada koordinasi Dinas PUPR dengan Polisi, ini sangat kita sayangkan, warga menjadi korban dan kami setiap hari dihantui macet.” Terangnya.[HSB]

