Posbekasi.com

Mas Darwis Ojo Njijiki Lan Ojo Nggilani

Pantai penuh samapah.[Ilustrasi]
POSBEKASI.COM – Jorok menjijikan dan membuat risih tidak nyaman, di sudut-sudut area wisata, menunjukkan Mas Darwis (masyarakat sadar wisata) belum merasuk jiwa para warga.

Kebersihan wc umum sering kali diabaikan bau pesing bahkan lalat si sana-sini ditambah air yang mati saluran mampet. Sampah tersebar berserakan diberbagai sudut. Infrastruktur rusak, bahkan artefak pada peninggalan bersejarah di coret-coret bahkan ada yang dirusak dan dicuri orang-orang tidak bertanggungjawab.

Area wisata, inilah ruang tamu kita yang menjadi simbol penghormatan dan penghargaan kepada para tamu pengunjungnya. Tatkala ruang tamu dibiarkan nyampah berbau lampu mati saluran air mampet kubangan air juga jentik-jentik nyamuk dan berbagai aroma comberan terhisap.

Apa kata para tamu? Pengelolaan yang sembarangan dan serampangan menunjukkan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membangun Mas Darwis.

Para penguasa, politikus, ilmuwan sampai pegawai negeri dan swasta serta seluruh warga peka dan peduli untuk membuat areanya bersih asri dan nyaman bagi siapa saja.

Kebersihan adalah bagian dari iman. Bagaimana kalau area yang menjadi unggulannya dibiarkan teronggok dan njijiki serta nggilani, maka cepat atau lambat Mas Darwis menjadi masyakat modar yo wis (kalau mau mati ya mati saja selesai).

Apakah kita rela? Tentu tidak. Maka kebersihan keindahan keasrian kenyamanan menjadi keutamanaan dalam membangkitkan Mas Darwis yang mampu hidup dan memberi kehidupan.[Penulis- Cryshnanda Dwilaksana]

BEKASI TOP