
Tawuran antar genk siswa sekolah itu berawal dari 20 siswa yang digelandang adalah siswa SMK Bina Aulia Bojong Kulur Bogor, SMK Al Bahri Sumur Batu Bantar gebang, SMK Bina Pendidikan Ciangsana Bogor, SMK Yadika Jatirasa Bekasi, SMK Vonus Depok, SMP Al Falah Nagrak Bogor dan seorang pengangguran.
“Siswa-siswa itu sedang berencana melakukan tawuran dari kelompok War Street Bogor dengan kelompok Mustika Grande Gila. 20 orang kita amankan dan bawa ke Mapolsek merupakan pelajar dari wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, Minggu 27 Agustus 2017.
Menurut AKP Agus, kedua kelompok anak muda tersebut dijaring saat Waka Polsek Setu Iptu H Yamin memimpin Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) bersama Kasi Humas Aiptu Parjiman dan anggota lainnya berhasil mengamankan 20 pelajar diantaranya seorang pengangguran.
“Kelompok War Street Bogor bergabung dengan anak muda Cikiwul Bantar Gebang itu sudah bersiap tawuran dengan Kelompok Mustika Grande Gila dari Perumahan Mustika Grande Blok H Desa Burangkeng langsung kita cegah dan bawa ke Mapolsek,” terangnya.
Berkat informasi anggota Pokdar Kamtibmas Setu, Kustomo, yang melaporkan adanya tawuran tersebut, Iptu Yamin bersama anggota langsung meluncur dan mengamankan para pelajar hingga tidak ada jatuh korban, serta sejumlah barang bukti berupa 7 unit sepeda motor dari berbagai merek.
“Kita sudah minta orangtua semua pelajar itu datang dan menjemput anaknya, Sebelum dibawa pulang, kita lakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” terang AKP Agus.[RAD]

