Bekasi Online

Karawang Akan Kehilagan Ribuan Hektar Lahan Pertanian

Banjir rendam pertanian.[DOK]
Lahan pertanian.[DOK]
POSBEKASI.COM, KARAWANG – Kepala Dinas Pertanian Pemkab Karawang. Hanafi, mengatakan ribuan hektare areal persawahan di tujuh kecamatan terancam hilang akibat alih fungsi.

“Hal itu karena tidak dipertahankan dalam peraturan daerah (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sedangkan 21 kecamatan lain masuk dalam Raperda Nomor 22 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Karawang,” kata Eman, Senin 24 April 2017.

Ketujuh kecamatan itu adalah, Kecamatan Lemahabang seluas 4.274,03 hektar, Pangkalan seluas 1.783,57 hektar, Kecamatan Tegalwaru seluas 1.492,60 hektar, Kecamatan Telukjambe Timur seluas 308,78 hektar, Telukjambe Barat seluas 308,78 hektar, Kecamatan Klari seluas 282,97 hektar, dan Kecamatan Purwasari seluas 267,73 hektar.

Menurutnya, ketujuh kecamatan tersebut tidak masuk kategori lahan pertanian yang dipertahankan dalam Perda RTRW, sehingga menjadi pembahasan cukup alot bersama Pansus (Panitia Khusus) Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan DPRD Karawang.

Sedangkan 21 kecamatan yang masuk dalam raperda LP2B adalah, Kecamatan Telukjambe Barat, Tirtamulya, Jatisari, Banyusari, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Telagasari, Majalaya, Karawang Timur, Karawang Barat, Rawamerta, Tempuran, Kutawaluya, Rengasdengklok, Jayakerta, Pedes, Cilebar, Cibuaya, Tirtajaya, Batujaya, dan Kecamatan Pakis Jaya.[MET]

4.

BEKASI TOP