Bekasi Online

Kejari Ikut Sidik Kasus Atap SMAN 1 Muara Gembong

Atap gedung sekolah SMA Negeri 1 Muara Gembong ambruk, Selasa 28 Februari 2017.HSB]
Atap gedung sekolah SMA Negeri 1 Muara Gembong ambruk, Selasa 28 Februari 2017.HSB]

POSBEKASI.COM – Tidak hanya kepolisian, tapi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi juga turut melakukan penyelidikan kasus ambruknya atap dua ruang kelas SMA Negeri 1 Muara Gembong pada Selasa 28 Februari 2017.

, lantaran adanya laporan dari beberapa pihak yang mendesak agar Kejaksaan segera bertindak, karena terindikasi adanya dugaan korupsi dalam pembangunan gedung tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Rudi Panjaitan, mengatakan adanya laporan dugaan korupsi, Kejari berencana akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung sekolah tersebut.

“Lebih dahulu kita menurunkan tim investigasi guna mencari barang bukti dan keterangan saksi-saksi ke lapangan. Kemudian akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung itu untuk dimintai keterangan,” kata Rudi kepada wartawan, Kamis 2 Maret 2017.

Meski demikian, Rudi mengatakan saat ini belum berani berasumsi terlalu jauh mengenai ambruk atap tersebut karena kegagalan konstruksi.

“Kita selidiki dulu ambruknya itu gagal konstruksi atau memang murni insiden atau adanya bencana alam,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendi, yang turun langsung meninjau SMAN 1 Muara Gembong, Kamis 2 Maret 2017, menyebut ada kesalahan konstruksi pada pembangunan sekolah itu.

“Memang ada kesalahan konstruksi, karena dana itu kan diberikan sifatnya swakelola jadi dibangun sendiri oleh pihak sekolah bersama komite,” kata Muhadjir.

Disebutkannya, dana pembangunan SAMN 1 Muara Gembong itu merupakan bantuan APBN dari Kemendikbud tahun 2014.[MET/OJI]

BEKASI TOP