Bekasi Online

Ini Anev Binmas Setu: Pembinaan Desa, OSJ 2017, Radikalisme Sampai Percaloan Masuk Polri

Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Desy yulhasri.[RAD]
Kanit Binmas Polsek Setu, Iptu Desy yulhasri.[RAD]
POSBEKASI.COM – Peran penting dalam pembinaan warga pedesaan menjadi ujung tombak kepolisian yang diperankan Binmas Polri.

Iptu Dessy Yulhasri sebagai Kanit Binmas Kepolisian Sektor (Polsek) Setu, Polres Metro Bekasi, terus melakukan evaluasi sehubungan meningkatnya penegakan hukum dan menggalakkan Kamtibmas terutama pada warga pedesaan.

Diruang kerja Kanit Binmas Setu, Iptu Dessy Yulhasri, menggelar analisa dan evaluasi (anev) guna mengetauhi sejauh mana kinerja anggota unit Binmas dalam 3 pekan terakhir di bulan Februari 2017.

“Hasil kinerja Binmaspol atau Bhabin Kamtibmas akan dilaporkan akan dilaporkan pada pimpinan sebagai bahan masukan kepada Kapolsek Setu dan juga Kapolres Metro Bekasi,” kata Iptu Desy usai rapat anev bersama angotanya di Mapolsek Setu, Rabu 1 Maret 2017.

Pada anev kata Iptu Desy, tentu kita malakukan perbaikan atau peningkatan bila terdapat kinerja yang belum memuaskan masyarakat, semuanya itu sebagai bentuk pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

“Bhabin Kamtibmas merupakan Pembina di wilayah tugasnya, serta ujung tombak dan mata telinga pimpinan. Ini yang harus dipahami betul oleh anggota Bhabin Kamtibmas. Gangguan Kamtibmas tidak bisa diprediksi Karen laju perkembangan era globalisasi dan digital yang begitu pesat,” katanya.

Dimana era digital saat ini banyak dimanfaatkan orang-orang atau pelaku tindak kejahatan, seperti penipuan lewat SMS, WhatsApp, perbanbakan, koperasi simpan pinjam sampai penanaman saham.

Kejahatan ekonomi juga masih banyak ditemukan didaerah lain dengan modus tradional seperti ilmu hipnotis. Ini juga perlu kita waspadai dan antisipasi agar masyrakat tidak menjadi korban,” terangnya.

Kejahatan konfesional seperti, pencuria kenderaan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasa (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan budaya perbedaan paham atau aqidah serta radikalisme juga perlu penindakan tegas yang juga merupakan tanggung jawab Binmaspol dan Babinsa di desa binaan masing-masing.

“Peran penting Binmas untuk memberikan pemahaman, melalui penyuluhan dibantu para tokoh agama dan masyarakat serta melibatkan berbagai elemen lainnya,” ucap Iptu Desy.

Melalui anev tersebut, Iptu Desy juga memaparkan perkembangan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polsek Setu yang masih terbilang aman, tentram dan damai.

“Situasi kondusif ini juga merupakan peran besar masyarakat yang cinta Kamtibmas,” ujarnya.

Untuk peran Binmas kedepan lanut Iptu Desy, akan lebih ditingkatkan karena akhir-akhir ini semakin banyak bermunculan ormas-ormas kemasyarakatan dan agama termasuk pertumbuhan penduduk yang pesat dengan semakin tumbuhnya perumahan-perumahan menjadi tantangan tersendiri bagi Binmas.

“Seiring dengan hal itu, anggota Binmas dituntut kecakapan baik bertindak maupun berpikir dan memahami karakteristik desa maupun warga binaannya. Asal usul, nama, pekerjaan, alamat, keturunan, suku, agama dan sosial, ekonomi dan budaya perlu dipahami setiap anggota untuk menjaga Kamtibmas,” jelasnya.

Kondisi Kamtibmas yang baik harus ditumbuhkan dengan keberpihakan penegakan hukum, jauhkan sifat-sifat arogansi yang dapat menurunkan citra Polri. Laksanakan kegiatan rutin seperti, door to door system (DDS), sambang kampung dan tanggap bila ada permasalahan di desa binaan dengan memberikan solusi dan utamakan pemecahan dengan problim solving bila terjadi kasus-kasus ringan yang melibatkan antar keluarga maupun warga.

Khusus mengenai dilaksanakannya penegakan hukum mulai 1 – 21 Maret 2017, jajaran Polda Metro Jaya menggelar Operasi Simpatik Jaya (OSJ) 2017. “Beri pengertian dan kesadaran pada warga tentang tertib berlalulintas,” ujarnya.

Begitu pula, Polri yang tengah merekrut angota baru dengan membuka pendaftaran, dipersilahkan mendaftar secara resmi melalui website atau SDM Polda Metro Jaya.

“Waspada penipuan atau calo, masyarakat diminta tidak tergiur dengn iming-iming untuk membayar dengan sejumlah uang untuk masuk menjadi anggota Polri, disini perlu ditegaskan untuk menjadi anggota Polri tidak dikenakan biaya apapun dan tidak ada percaloan,” tuturnya.[RAD]

BEKASI TOP