Bekasi Online

Wawali Syaikhu Terima Rombongan Wabup Klungkung

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan Kepala Bagian Humas Kota Bekasi Dr H Mhd Jufri mengapit Wakil Bupati Klungkung Bali I Made Kasta saat melakukan kunjungan kerja ke Pemko Bekasi, Jumat 28 Oktober 2016.[ISH]
Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan Kepala Bagian Humas Kota Bekasi Dr H Mhd Jufri mengapit Wakil Bupati Klungkung Bali I Made Kasta saat melakukan kunjungan kerja ke Pemko Bekasi, Jumat 28 Oktober 2016.[ISH]
POSBEKASI.COM – Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu meapresiasi kehadiran Wakil Bupati Klungkung, Bali, I Made Kasta, guna melihat langsung pengelolaan infomasi daerah yang dilakukan jajaran Pemkot Bekasi.

Rombongan I Made Kasta yang mengikut sertakan sejumlah SKPD dan 15 wartawan Bali itu dalam rangkaian kunjungan kerja diterima langsung Wawali Bekasi Syaikhu di Kantor Walikota Bekasi, Jumat 28 Oktober 2016.

“Sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Wabup I Made Kasta dan jajaran. Mudah-mudahan kunjungan kerja ini bermanfaat bagi kedua pemerintah daerah,” kata Wawali Syaikhu.

Dikatakan Syaikhu, Kota Bekasi merupakan kota metropolitan mitra Ibu Kota Jakarta yang terus berkembang dengan pembangunannya di segala bidang yang beriringan dengan dukungan masyarakat dan partisipasi dalam pembangunan.

“Informasi yang dikelola Bagian Humas dan SKPD melalui masing-masing PPID. Sinergitas kerja dengan insan pers juga terus ditingkatkan,” kata Syaikhu.

Kota Bekasi yang terdiri 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan, dengan luas wilayah 210 Km persegi didiami sekitar 2.5 juta penduduk

“Pak Wali dan saya mencanangkan Kota Bekasi dengan visi misi mewujudkan masyarakat Kota Bekasi maju, sejahtera dan ihsan. Partisipasi warga dan stake holder swasta menjadi poin penting dalam pembangunan. Fasilitas infrastrukur juga dapat dukungan pihak swasta dalam program CSR,” terangnya.

Peta Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Syaikhu dengan bercanda menekankan Kota Bekasi yang pernah di bully netizen di media sosial yang mengatakan Bekasi jaraknya jauh dan tidak ada di dalam peta adalah candaan yang tidak diterima warga Kota Bekasi.

Meski demikian, warga Kota Bekasi menanggapinya secara positif. “Ini juga saya terima kasih. Bullyan terhadap Bekasi tidak benar. Bekasi sebagai Kota mitra Ibu Kota Jakarta, tandanya tamu dari daerah sampai ke Kota Bekasi,” canda Syaikhu.

Masyarakat Kota Bekasi yang manjemuk, terdiri dari berbagai suku dan budaya da nada juga berasal dari budaya daerah Bali meliputi keberadaan rumah ibadah umat Hindu, Pure dan kesenian Bali.

“Tidak jarang, seperti hari Jadi Kota Bekasi, budaya Bali seperti tari Ogoh-ogoh juga ditampilkan. Ini merupakan kesemarakan dan apresiasi Kota Bekasi untuk semua budaya termasuk budaya Bali kerap turut serta mewarnai budaya masyarakat Kota Bekasi,” katanya.[ISH]

BEKASI TOP