Bekasi Online

Syaikhu: Wawasan Kebangsaan Perkokoh Persatuan

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu pada pembukaan pendidikan wawasan kebangsaan bagi ratusan anggota organisasi kemasyarakatan di Islamic Center Kota Bekasi, Selasa 18 Oktober 2016.[BEN]
Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu pada pembukaan pendidikan wawasan kebangsaan bagi ratusan anggota organisasi kemasyarakatan di Islamic Center Kota Bekasi, Selasa 18 Oktober 2016.[BEN]
POSBEKASI.COM – Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu mengatakan, warga Kota Bekasi yang beraneka ragam etnis dan budaya menjadi kekuatan besar mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Data yang ada sebanyak 2.6 juta penduduk Kota Bekasi terdiri dari berbagai suku. Dari total penduduk Bekasi, warga asli Betawi sekitar 28 persen, suku Jawa 33 persen, Sunda 24 persen, kemudian disusul suku Minang, Makasar Ambon, Papua dan lainnya,” kata Syaikhu saat membuka pendidikan wawasan kebangsaan bagi ratusan anggota organisasi kemasyarakatan di Islamic Center Kota Bekasi, Selasa 18 Oktober 2016.

Untuk itu lanjutnya, segala perbedaan kita dituntut saling menghargai merupakan sikap dalam semangat nasionalime dan wawasan kebagsaan.

“Ini tantangan kita ditengah era global. Kreatifitas perlu dibangun guna memperkenalkan Kota Bekasi lebih jauh. Hasil karya anak Kota Bekasi lebih ditunjukkan lagi. Pendidikan wawasan kebangsaan menjadi stimulus dan memotivasi kita lebih baik demi Bekasi lebih maju, sejahtera dan Ihsan dan bersama berdaya untuk memberikan share yang lebih besar,” kata Syaikhu.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Momon Sulaeman, mengatakan pendidikan wawasan kebangsaan ini guna meningkatkan semangat nasionalisme pemuda Kota Bekasi sekaligus mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila dari pengaruh budaya global.

Peserta yang mengikuti pendidikan terdiri dari FKPPI, Karang Taruna, FKDM, Pemuda Pancasila dan JPKP.

“Ditengah era sekarang ini pengetahuan dan semangat nasionalisme harus ada dalam jiwa pemuda sehingga pengaruh buruk era globalisasi tidak masuk. Bentengnya ada pada wawasan kebangsaan dengan jiwa semangat nasionalime,” kata Momon.[IDH/BEN]

BEKASI TOP