Walikota Bekasi Minta Tingkatkan Toleransi Umat Beragama

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengukuhkan kepengurusan MUB Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Bantargebang, Jumat 14 Oktober 2016.[BEN]

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengukuhkan kepengurusan MUB Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Bantargebang, Jumat 14 Oktober 2016.[BEN]

POSBEKASI.COM – Walikota Bekasi Dr Rahmat Effendi, mengukuhkan kepengurusan Majelis Umat Beragama (MUB) Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Bantargebang, Jumat 14 Oktober 2016.

Dihadiri para staf ahli Walikota, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, Camat Mustika Jaya, Aty Rostaty dan Camat Bantargebang Asep Gunawan serta tokoh agama dari kelurahan kedua kecamatan tersebut.

“Kota Bekasi sebagai kota terbesar dengan jumlah penduduk mencapai 2,3 juta, sekarang berbeda dengan dulu. Saat ini penduduk Kota Bekasi cukup heterogen, dari jumlah itu terdiri dari 2 juta pemeluk agama Islam, pemeluk Katolik 65.000 orang, Budha 12.000 orang, Kristen Protestan 195.000 orang, Hindu 47.000 orang dan Konghucu 196 orang,” terang Walikota.

Menurut Rahmat, dia sudah berkeliling ke tempat-tempat rumah ibadah, seperti Gereja Pantekosta di Kota Manado, Kota Tomohon yang agama Islamnya hanya 2%, ke HKBP, ke Keuskupan Katedral, Klenteng, Pura, dan tentunya banyak masjid-masjid yang telah disinggahinya.

“Untuk itu, Kota Bekasi harus menjadi salah satu Miniatur umat beragama, tidak ada lagi kaum minoritas dan mayoritas, hak warga Kota Bekasi sama tidak dibeda-bedakan,” ujarnya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama pengurus MUB Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Bantargebang, usai pengukuhan, Jumat 14 Oktober 2016.[BEN]

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama pengurus MUB Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Bantargebang, usai pengukuhan, Jumat 14 Oktober 2016.[BEN]

Dikatakannya, dibawah FKUB ada perbedaan dengan MUB mencakup luas hingga ke tingkat Kelurahan di Kota Bekasi.

Pembentukan MUB telah ia rancang sejak dimulainya deklrasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Bekasi pada saat menjadi Plt Walikota Bekasi. Deklarasi Akbar Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakaan pada tanggal 16 April 2016 lalu dan kini merancang Majelis Umat beragama per Kecamatan, agar warga masyarakat bisa hidup toleransi dan tenggang rasa.

Di Kota Bekasi kata Rahamat, sampai saat ini sudah terbentuk Majelis Umat Beragama 4 Kecamatan,  Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Bantargebang, tersisa 8 Kecamatan lagi yang segera dibentuk,” tambahnya.

“Hadirnya Majelis ini diharapkan bisa menjadi Penyeimbangan masyarakat agar bisa merasakan keadilan ditengah masyarakat heterogen,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Umat Beragama Kecamatan Mustika Jaya, H. Dana dan Ketua Majelis Umat Beragama Kecamatan Bantargebang, Saipudin periode 2016-2021 yang di lantik Walikota, memiliki program utama yakni mewakili tiap agama yang diakui di Indonesia diharapkan bisa menjunjung tinggi nilai Pancasila dalam Bhineka Tunggal Ika dan juga bisa menyampaikan pentingnya toleransi umat beragama di Kota Bekasi.[BEN/ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.