Bekasi Online

Sosialisasi Perpu Perlindungan Anak

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Bekasi, sosialisasikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

“Aturan itu perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat agar yang mendapat sosialisasi secara langsung bisa mengetahui hukuman yang berat yang akan diterapkan bagi pelakunya,” kata Kasubid Perlindungan Anak BP3AKB, Mini, di Bekasi, kemaren.

Menrutnya, Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak memiliki sanksi berupa hukuman penjara seumur hidup, hukuman mati dan pemberatan hukuman kebiri kimiawi dan pemasangan chip.

Pihaknya sangat mengapresiasi terbitnya aturan tersebut untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak di wilayah hukum setempat.

“Jadi masyarakat yang mempunyai niat melakukan kejahatan bisa berfikir ulang untuk berbuat dengan diketahuinya hukuman yang sangat berat,” katanya.

Aturan tersebut, kata dia, segera disosialisasikan kepada masyarakat yang tersebar di 56 kelurahan dan 12 kecamatan setempat.

“Kita akan gandeng sejumlah pihak terkait seperti Komisi Perlindungan Anak, tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya,” katanya.

Sementara itu, data melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bekasi menyebutkan angka kekerasan seksual terhadap anak dan remaja di wilayahnya pada Januari-April 2016 mencapai sembilan kasus.

Kasus terakhir terjadi pada April 2016 menimpa seorang siswi di Kecamatan Jatiasih yang kasusnya hingga kini masih ditangani kepolisian sektor setempat.[ANT/RAD]

BEKASI TOP