Bekasi Online

Alasan Sulit Uang Kembalian, Organda Bekasi Tak Turunkan Tarif

Terminal Bus Cikarang.[DOK]
Terminal Bus Cikarang.[DOK]
POSBEKASI.COM – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengaku sulit melakukan penyesuaian tarif angkutan umum menyusul penurunan harga bahan bakar minyak yang relatif kecil.

“Praktik di lapangan para sopir angkutan umum pun kesulitan memberi kembalian uang receh, jadi terkesan tidak ada penurunan tarif,” kata Sekretaris Organda Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi, di Cikarang, kemaren.

Menurutnya, para sopir angkutan umum tidak semuanya membawa uang receh pecahan kecil sebagai kembalian transaksi transportasi penumpang.

Dia mengatakan, penurunan BBM kali ini pun tidak memberi efek signifikan bagi seluruh anggotanya karena komponen lain seperti suku cadang harganya masih cukup tinggi.

“Saat ini harga suku cadang belum sebanding dengan harga BBM yang turun,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk mengevaluasi tarif angkutan umum.

“Kita juga sedang melakukan inventarisasi terkait hal ini,” ujarnya.

Pihaknya mengaku baru mengeluarkan surat edaran kepada anggotanya untuk menurunkan tarif agar disesuaikan dengan harga BBM. “Kami akan taat atas imbauan pemerintah,” katanya.

Harga BBM jenis premium dan solar turun Rp500 per liter mulai 1 April 2016 pukul 00.00 WIB.[ANT/FER]

BEKASI TOP