
BEKASI KOTA | POSBEKASI.com – Kayuhan sepeda di Selasa pagi, 25 Agustus 2026, menjadi momen kebersamaan terakhirnya di dunia. Sebelum terbaring di RS Permata Bekasi dan akhirnya dipanggil Sang Khalik pada Senin, 31 Agustus 2026, Dipo Sayoga bin Suprapto masih sempat menunaikan shalat Subuh berjamaah dan ber-i’tikaf hingga syuruq.
Kini, sosok yang dikenal tak pernah absen meramaikan masjid dan menghidupkan kehangatan Paguyuban Preman Indonesia itu telah berpulang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabat yang mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Padurenan.
Kabar duka itu pertama kali berhembus pada Senin malam, 31 Agustus 2026, Ketua RT 06/013, Samian, menjadi orang pertama yang datang langsung membawa berita duka ke Markas Preman Indonesia sesaat setelah menerima panggilan telepon dari pihak keluarga almarhum.
Suasana hangat di Markas Preman, seketika berubah hening dan diliputi rasa tidak percaya saat kabar kepergian sahabat Dipo disampaikan.
Tangis haru dan kesedihan terpancar jelas saat jasad almarhum diturunkan ke liang lahad, Selasa (1/9/2026). Sahabat Lutfi Usman, Rulam, Komarudin, Haji Dodi Suhardi, Winta, Chandra, Edi, Paidi, para penggagas dan promotor Preman Indonesia, serta sahabat lainnya berdiri menatap nanar tanah yang perlahan memeluk sahabat yang selama ini bercanda gurau.
Almarhum merupakan pensiunan Pos Indonesia yang lahir pada 14 Januari 1970, meninggalkan jejak kebaikan dan kenangan mendalam bagi setiap orang yang mengenal kebersahajaannya.

Kepergian almarhum menorehkan kenangan kesalehan yang begitu membekas. Ustadz H. Mohamad Subchansyah teringat betul betapa almarhum hampir tak pernah absen dalam liqo rutin malam Ahad di Masjid Al Muhajirin, serta senantiasa mendukung kegiatan Pondok Pesantren Almarhamah Khairu Ummah. Langkah kakinya yang memakmurkan shalat wajib lima waktu di masjid menjadi bukti nyata ketaatan imannya semasa hidup.
“Terbayang saat terakhir beliau sebelum masuk RS, subuhnya masih shalat berjamaah dan i’tikaf sampai syuruq,” kenang Ustadz Subchansyah saat mengantar almarhum pulang untuk selamanya di TPU Padurenan, Kota Bekasi, Selasa (1/9/2016).
Suasana haru kian memuncak sebelum jenazah diberangkatkan menuju pemakaman. Di Masjid Al Muhajirin Blok E, di lingkungan tempat almarhum selama ini berdomisili dan berbaur erat dengan warga RW013 Blok E Bekasi Timur Regensi, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, sang putra tercinta, Aji Sayoga, melangkah ke depan bertindak sebagai imam shalat jenazah bagi ayahandanya.
Sejak Preman Indonesia berdiri pada Desember 2023, almarhum selalu menjadi jiwa dari setiap kebersamaan. Sosoknya yang gaul, luwes, dan ramah membuat suasananya selalu hangat. Masih teringat jelas tawa renyahnya saat ikut meramaikan Tamasya Preman Indonesia ke Pantai Ancol pada 9 Agustus 2026 lalu, hingga antusiasmenya berlaga dalam Liga Gaplek dan Catur memperebutkan gelar Raja Gaplek dan Grandmaster semarak HUT RI ke-81.
Almarhum kini telah tenang di alam abadi, meninggalkan istri tercinta Iit Indarwati, serta ketiga anaknya Nisa Sayoga, Aji Sayoga, dan Anisa Sayoga.
Selamat jalan, Sahabat Preman. Kebaikannya, kehangatannya, dan keteladanannya akan selalu hidup. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. @Hasibuan

