POSBEKASI.com | Oleh: H. SYAHRIR, S.E., M.I.Pol (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat).
"Desa kuat, rakyat berdaya, ekonomi tumbuh, Indonesia semakin mandiri."
Pembangunan Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada gemerlap perkotaan. Kekuatan sejati bangsa ini sesungguhnya dimulai dari desa: dari tangan ulet petani yang menghasilkan pangan, nelayan yang menyediakan protein, peternak yang menggerakkan sektor pangan, pelaku UMKM yang konsisten menciptakan lapangan kerja, hingga koperasi yang menjadi sokoguru ekonomi bersama.
Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, arah kebijakan pembangunan nasional ditegaskan secara progresif pada kemandirian pangan, ketahanan energi, penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Sebagai wakil rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat, saya melihat bahwa visi besar ini harus kita kawal dan turunkan secara taktis di daerah, agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
DESA BERPRODUKSI
Petani harus kita tempatkan sebagai pelaku utama pembangunan pangan nasional. Berbagai langkah progresif telah diambil pemerintah, mulai dari peningkatan produksi pangan, pencapaian swasembada beras, jagung, gula konsumsi, telur, ayam, hingga komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai. Langkah konkret seperti penghapusan 145 aturan rumit dalam penyaluran pupuk serta penurunan harga pupuk sebesar 20 persen adalah bukti nyata keberpihakan negara kepada kaum tani. Ke depan, desa di Jawa Barat harus terus didorong menjadi sentra produksi pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
PETANI, NELAYAN, DAN PETERNAK HARUS NAIK KESEJAHTERAANNYA
Produksi yang melimpah saja belum cukup jika tidak diiringi kepastian pasar. Hasil panen wajib memiliki pembeli, hasil laut harus memiliki pasar yang kompetitif, dan hasil peternakan harus didukung rantai distribusi yang efisien. Di sinilah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir sebagai off taker yang menyerap hasil produksi masyarakat, menyediakan sarana distribusi, sekaligus melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat hasil panen yang tidak terserap pasar.
KOPERASI SEBAGAI PUSAT EKONOMI RAKYAT
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di akar rumput. Dengan ribuan koperasi yang telah beroperasi secara optimal di seluruh Indonesia, keberadaannya menjadi jembatan strategis:
Petani —> Koperasi —> Industri —> Pasar —> Konsumen
Melalui rantai pasok ini, nilai tambah tidak berhenti di tengah jalan, dan keuntungan ekonomi akan kembali secara maksimal kepada kesejahteraan masyarakat desa.
UMKM NAIK KELAS DAN EKONOMI KERAKYATAN
UMKM tidak boleh sekadar menjadi usaha bertahan hidup (survival business). Pelaku UMKM harus didorong naik kelas melalui kemudahan akses modal, pendampingan intensif, adopsi teknologi, digitalisasi, standarisasi produk, kemasan yang menarik, serta kemitraan strategis dengan industri besar. Pemerintah menempatkan desa, koperasi, dan UMKM sebagai fondasi utama penguatan ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap gejolak global.
HILIRISASI DAN INDUSTRI YANG TUMBUH
Desa yang produktif harus terhubung langsung dengan rantai pasok industri. Hasil bumi kita tidak boleh lagi dijual mentah tanpa nilai tambah. Melalui kebijakan hilirisasi nasional:
Bahan baku dari desa —> Diolah di dalam negeri —> Produk bernilai tinggi —> Lapangan kerja terbuka —> Pendapatan rakyat meningkat
Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di jalur positif—mencapai 5,45% pada semester I 2026—pemerintah terus memperkuat investasi, hilirisasi, dan industrialisasi yang berpihak pada potensi lokal.
MANDIRI ENERGI
Kemandirian pangan harus berjalan seiring dengan kemandirian energi nasional. Langkah strategis pemerintah sejak 1 Juli 2026 yang menghentikan impor solar menyusul penerapan mandatori B50 berbasis kelapa sawit—yang berhasil menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun—membuktikan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dioptimalkan sepenuhnya untuk kemandirian bangsa dan kemakmuran rakyat di dalam negeri.
MAKANAN BERGIZI DAN SDM BERKUALITAS
Pembangunan fisik semata tidak akan berarti tanpa pembangunan manusia. Manusia adalah subjek sekaligus kekuatan utama Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat, revitalisasi sekolah, pendirian Sekolah Rakyat, serta pemerataan layanan kesehatan adalah pilar-pilar penting dalam mencetak SDM yang unggul. Anak-anak di desa-desa Jawa Barat harus mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat, mengenyam pendidikan berkualitas, memiliki keterampilan, dan siap bersaing di masa depan.
INFRASTRUKTUR DESA DAN AIR BERSIH
Kesejahteraan rakyat di desa dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar. Akses terhadap air bersih—yang telah direalisasikan melalui ribuan titik air bersih desa bersama TNI—jalan desa yang mantap, konektivitas transportasi, serta pemerataan listrik dan internet, bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Itu adalah fondasi utama agar roda perekonomian desa berputar kencang.
GENERASI MUDA DAN PEREMPUAN SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI
Desa tidak boleh kehilangan generasi mudanya akibat ketiadaan peluang. Kita harus membangun ekosistem pedesaan yang atraktif dan produktif, yang mampu menyediakan lapangan kerja, akses pendidikan, pelatihan keterampilan vokasi, ruang kewirausahaan, ekonomi digital, industri kreatif, hingga pertanian dan perikanan modern. Harapan kita jelas: anak-anak muda desa tidak harus merantau demi pekerjaan ke kota, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan membangun desanya sendiri.
DARI DESA UNTUK INDONESIA
Semangat pembangunan yang kita kawal bersama di Jawa Barat bermuara pada satu tujuan besar:
• DESA BERPRODUKSI
• KOPERASI MENGUAT
• PETANI, NELAYAN & PETERNAK BERDAYA
• UMKM NAIK KELAS
• INDUSTRI TUMBUH
• LAPANGAN KERJA BERTAMBAH
• EKONOMI RAKYAT BERPUTAR
• RAKYAT SEJAHTERA
• INDONESIA MANDIRI DAN MAJU
Tugas kita bersama di legislatif maupun eksekutif, serta seluruh elemen masyarakat, adalah mengawal setiap kebijakan transformatif pemerintah agar benar-benar mendarat di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat secara nyata.
Sebab, tolok ukur keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika petani hidup sejahtera, nelayan berdaya, peternak berkembang, UMKM naik kelas, koperasi kuat, industri tumbuh, anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas, desa semakin maju, dan seluruh rakyat tersenyum menikmati hasil pembangunan.
Mari terus kawal pemerintahan. Kawal pembangunan. Pastikan manfaatnya sampai kepada rakyat.**

